KABUPATEN, RADAR MALANG – Presidium Aremania Utas Ali Rifki bersama manajemen Arema FC memberikan pendampingan hukum kepada para tersangka kasus pengrusakan di kawasan wisata Wediawu, Selasa siang (12/5). Pendampingan dilakukan untuk memastikan hak-hak para tersangka tetap terpenuhi selama proses hukum berlangsung.
Kunjungan tersebut dihadiri langsung Koordinator Presidium Aremania Utas Ali Rifki serta perwakilan manajemen Arema FC Yusrinal Fitriandi. Mereka juga didampingi tim kuasa hukum dari Arema FC dan organisasi Aremania Utas.
Pendampingan Disebut Langkah Terakhir
Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Ali Rifki menegaskan pendampingan tersebut menjadi langkah terakhir organisasi dan klub dalam menangani kasus yang berada di luar aktivitas resmi sepak bola.
“Ini merupakan langkah terakhir dari organisasi dan klub untuk mendampingi kasus yang sejatinya terjadi di luar kegiatan persepakbolaan atau di luar match resmi,” tulis Ali dalam unggahan tersebut.
Baca Juga: Update Kasus Wediawu, Polisi Tetapkan 4 Tersangka Pengeroyokan terhadap Wisatawan Asal Surabaya
Ia memastikan ke depan organisasi maupun klub tidak akan lagi memberikan bantuan hukum ataupun pendampingan terhadap segala bentuk tindakan kriminal, baik di dalam maupun di luar kegiatan sepak bola.
Ali berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan menjadi pelajaran penting bagi seluruh elemen suporter.
Tersangka Disebut Menyesali Perbuatannya
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Ali, para tersangka kasus pengrusakan di Wediawu disebut sangat menyesali tindakan yang telah dilakukan.
Menurutnya, kejadian tersebut terjadi karena masih adanya pihak yang mengabaikan berbagai imbauan dan larangan yang selama ini terus disampaikan oleh klub maupun organisasi suporter.
Baca Juga: Arema FC dan Aremania Utas Siapkan Pendampingan Hukum terkait Kasus Wediawu
Ali menegaskan seluruh imbauan yang selama ini digaungkan bukan sekadar formalitas atau kata-kata pemanis, melainkan bentuk peringatan nyata agar tidak terjadi pelanggaran hukum.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap tindakan kriminal memiliki konsekuensi besar yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum.
Aremania Diminta Jadikan Kasus Wediawu yang Terakhir
Sebagai penutup, Ali menyebut tugas organisasi ke depan adalah terus mengedukasi anggota suporter untuk menjaga nama baik Aremania dan menciptakan situasi yang aman.
“Kami memohon kepada seluruh nawak-nawak agar menjadikan kejadian ini sebagai yang terakhir kalinya. Karena setiap tindakan kriminalitas pasti memiliki konsekuensi hukum besar yang wajib dipertanggungjawabkan,” tulisnya.
Kasus pengrusakan di kawasan wisata Wediawu sebelumnya menjadi perhatian publik setelah sejumlah orang ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden tersebut.
Editor : Aditya Novrian