MALANG, RADAR MALANG – Menjelang pekan terakhir BRI Super League 2025/2026, Persib Bandung memberi imbauan kepada suporter Persijap Jepara untuk tidak hadir saat laga kandang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Pekan ke-34 akan berlangsung dua hari secara berturut-turut, dimulai pada Jumat (22/5) dan berakhir pada Sabtu (23/5).
Pekan terakhir tentunya akan menjadi pertandingan yang berlangsung sengit dan tentu dengan atmosfer yang tinggi. Pekan terakhir ini juga akan menjadi penentuan gelar juara bagi tim Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda.
Kedua tim papan atas tersebut melalui unggahan media sosial Instagram di akun resmi klub memperlihatkan tengah menjalani sesi latihan sebagai persiapan untuk pertandingan mendatang. Di sisi lain, Persijap juga telah menyiapkan performa terbaik untuk melawan Persib Bandung sehingga pertandingan pekan ke-34 akan menjadi semakin menarik.
Dikutip melalui laman resmi klub, untuk menjaga dan menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kelancaran pertandingan, Persib Bandung mengeluarkan imbauan tersebut agar sepak bola Indonesia semakin aman, tertib, dan profesional. Komitmen terkait larangan kehadiran suporter tamu bukanlah diambil berdasarkan keinginan sepihak, namun telah tercantum dan diatur pada Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/2026.
Baca Juga: Julio Cesar Peringatkan Persib Bandung: Jaga Fokus Jelang Laga Krusial Pekan ke-34 Super League
Komitmen yang tercantum tersebut dijelaskan terkait selama masa transisi transformasi sepak bola nasional, seluruh pertandingan sepak bola Indonesia, salah satunya liga, masih belum bisa dihadiri suporter tim tamu. Komitmen tersebut dibuat berdasarkan pertimbangan penuh, salah satunya sebagai bentuk menjaga keamanan pada pertandingan.
"Sepak bola Indonesia saat ini sedang bergerak menuju ekosistem yang lebih aman, tertib, dan profesional. Dalam proses tersebut, kepatuhan terhadap ketentuan kompetisi menjadi fondasi penting yang perlu dijaga bersama. Persib berkomitmen untuk menjalankan setiap aturan yang berlaku sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap keberlangsungan kompetisi dan perkembangan sepak bola nasional," ungkap Adhi Pratama, Head of Communication PT Persib Bandung.
Menurutnya, kebijakan terkait larangan kehadiran suporter tim tamu bukan bermaksud sebagai pembatasan antusiasme maupun dukungan terhadap klub yang didukung, melainkan bagian dari proses transisi yang perlu dihormati demi kepentingan yang lebih besar.
Meskipun dukungan suporter menjadi salah satu dukungan bagi tim yang didukung untuk meningkatkan motivasi dan menjaga mental bertanding karena dapat menimbulkan kepercayaan diri, namun dukungan tidak harus hadir di stadion secara langsung. Dengan menghormati aturan demi kepentingan yang lebih besar, hal itu juga menjadi sebuah dukungan terbesar.
Editor : Aditya Novrian