KABUPATEN-RADAR MALANG – Manajemen Arema FC memastikan tak mengabaikan talenta lokal. Deretan pemain asli Malang yang tak melanjutkan kerja sama musim depan, merupakan bagian dari dinamika tim. Ada yang tak masuk skema pelatih, sampai memberi kesempatan mereka cari tantangan baru supaya terus berkembang. Singo Edan memastikan akan selalu memberi kesempatan pemain asli Malang.
Proses regenerasi diklaim terus berjalan setiap musim. Di mana, selalu ada pemain asli Malang atau dari Academy Arema FC yang promosi atau ikut magang di skuad senior. Contohnya adalah penyerang Dimas Aryaguna.
Sebagai informasi, sampai kemarin sore ada empat pemain asal Malang yang tak melanjutkan kerja sama dengan Arema FC. Mereka adalah Dedik Setiawan, Achmad Figo, Shulton Fajar, dan Bayu Aji.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi memastikan, perubahan komposisi skuad tersebut murni didasarkan atas evaluasi pemain dan kebutuhan tim. Menurutnya, tim ingin mampu bersaing di berbagai kompetisi. Karena target Arema FC musim depan meraih hasil lebih baik.
”Ada banyak talenta lokal (dari Malang), jadi kami tidak terlalu khawatir dalam proses mencarinya,” ujar dia. Menurutnya, Malang merupakan kawah candradimuka pesepak bola. Setiap tahun rutin menelurkan pemain-pemain yang potensial.
Persebaran pemain-pemain potensial juga tidak hanya berasal dari wilayah Kota Malang. Tapi, bisa berasal dari Kabupaten Malang, Kota Batu, sampai klub-klub internal Askot sampai Askab PSSI masing-masing daerah.
Inal melihat, pencarian pemain potensial harus selaras dengan kebutuhan klub. Itu karena, Singo Edan tidak hanya mencari status pemain asli Malang saja. Namun, mempertimbangkan kualitas individu dan kemampuan mereka di atas lapangan.
Sampai saat ini, Arema FC sudah melakukan pantauan terhadap beberapa pemain. Tapi klub tidak akan terburu-buru untuk mencari sosok pengganti pemain asli dari Malang. ”Kami juga perlu berdiskusi dengan tim pelatih mengenai komposisi skuad yang akan tim gunakan musim depan,” ujar dia. (zan/gp)