Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jalan Terjal Pemain Jebolan Akademi Berlaga Bersama Tim Utama Arema FC

M. Affan Fauzan • Selasa, 30 Juni 2026 | 14:00 WIB
MASUK TIM SENIOR: Dimas Aryaguna (kiri) berebut bola dengan Dendi Santoso dalam game internal di Stadion Gajayana, pekan lalu.
MASUK TIM SENIOR: Dimas Aryaguna (kiri) berebut bola dengan Dendi Santoso dalam game internal di Stadion Gajayana, pekan lalu.

 MALANG KOTA-RADAR MALANG – Manajemen Arema FC memastikan dua penggawa jebolan akademi Hamzah Titofani dan Dimas Aryaguna masuk dalam skema tim musim depan. Meski begitu, jalan keduanya mendapatkan kesempatan bermain reguler setiap pekan di kompetisi tak mudah. Berkaca dari beberapa musim terakhir, tak banyak pemain jebolan akademi mampu masuk starting eleven lebih dari 11 kali. Ada beragam faktor jadi penyebabnya. Salah satunya, persaingan ketat di tim.

 Sebagai informasi, dalam dua musim terakhir, Achmad Figo dan Hamzah Titofani belum bisa mencapai 1.000 menit bertanding. Bahkan musim lalu, Dimas tidak pernah mendapatkan kans debut bersama Singo Edan.

 General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi tak menampik pemain muda di tim perlu bekerja ekstra dan tunjukkan performa terbaik untuk berlaga. Dia melihat, BRI Super League dalam beberapa musim terakhir semakin kompetitif. ”Kami (juga) perlu memastikan pemain muda punya persiapan yang matang sebelum diturunkan ke pertandingan,” katanya.

 Pria yang akrab disapa Inal itu menjabarkan, langsung memberikan menit bermain tanpa pikir panjang bisa memberikan banyak dampak negatif ke pemain muda. Seperti belum bisa meraih hasil maksimal saat pertandingan. Selain itu, mentalitas penggawa muda bisa drop saat tampil kurang maksimal.

 Karena hal tersebut, dia dan tim pelatih memilih berhati-hati dan memberikan latihan khusus kepada penggawa muda tim. Program itu sempat dijalankan dua asisten pelatih, Almarhum Kuncoro pada putaran pertama, dan Andre Caldas saat putaran kedua. Saat tim pelatih dan manajemen merasa pemain jebolan akademi sudah siap, bakal memainkan pemain ke pertandingan.

 Menurutnya, kebijakan tersebut diambil agar pemain bisa mendapatkan perkembangan secara bertahap. Saat mampu menunjukkan progres, mereka tidak hanya mendapatkan kesempatan tampil sebagai pemain pengganti. Namun juga berpotensi tampil sejak menit awal. ”Keberadaan mereka juga kami siapkan untuk jangka panjang, sebagai bagian dari regenerasi klub,” katanya.

 Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos memiliki standar tersendiri dalam menentukan siapa saja pemain yang berlaga. Menurutnya, pemain muda juga perlu menunjukkan performa bagus saat berada di sesi latihan. ”Semua pemain mendapatkan kesempatan yang sama. Saat berhasil tampil konsisten, maka akan menjadi pertimbangan tim pelatih untuk membawanya (ke pertandingan),” tandasnya. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#Dimas Aryaguna #Arema FC #akademi arema fc #Hamzah Titofani #Singo Edan