MALANG KOTA -RADAR MALANG- Kebutuhan industri menuntut kampus menciptakan sumber daya manusia yang adaptif dan full skill saat ini. Karena itu, mahasiswa lulusan dari kampus vokasi lebih banyak diterima industri. Itu menyusul, model perkuliahan yang diterapkan sejak awal mengambil ekosistem industri yang didukung riset dan keilmuan mendalam.
Salah satu kampus vokasi yang mencetak ribuan ahli tiap tahunnya yaitu Politeknik Negeri Malang (Polinema). Sekitar 3.250 lulusan tiap tahunnya langsung diserap dunia industri. Seperti lulusan tahun 2024, sebanyak 90 persen alumninya langsung bekerja. Sisanya 6 persen jadi wirausaha dan 4 persen melanjutkan studi.
”Kami data juga, 81 persen lulusan bekerja di bidang yang sesuai dengan keilmuannya,” ujar Wakil Direktur I Polinema Prof Ir Ratih Indri Hapsari ST MT PhD IPM. Capaian itu tak lepas dari ekosistem pembelajaran di Polinema yang mengadopsi langsung cara kerja industri. Dengan begitu mahasiswa sudah terbiasa bekerja profesional.
Ditambah masa magang di Polinema mengambil porsi hampir 50 persen pembelajaran. Program itu mendorong mahasiswa belajar langsung problem solving saat terjun di dunia kerja profesional. Untuk itu, lulusan Polinema mudah diterima karena karena sudah siap di dunia kerja.
Sementara itu, Senior Manager Operasi Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Dr M. Isa Ansori M Kom menuturkan, tantangan industri saat ini adalah menghadapi SDM pekerja dari kalangan Gen-Z. Menurutnya, mereka memiliki potensi besar terhadap dunia kerja, tapi harus paham bagaimana cara mengarahkan. ”Jadi kampus-kampus perlu menanamkan jiwa adaptif dan etika kerja yang kuat untuk lulusan kampusnya saat ini,” ujarnya.
Sebab, lanjutnya, dunia industri lebih melihat skill dan etika kerja saat rekrutmen pekerja. Berbeda dengan dulu saat IPK menjadi pertimbangan utama. Untuk itu pengalaman magang dan masuk dunia industri langsung menjadi poin penting yang harus dimiliki mahasiswa. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo