Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Respons Manajemen Arema FC Terkait Rencana Pencabutan Aturan Larangan Suporter Away

M. Affan Fauzan • Senin, 13 Juli 2026 | 14:31 WIB
SAMBUT POSITIF: Aremania memberikan dukungan kepada Julian Guevara dan kawan-kawan dalam laga BRI Super League musim 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
SAMBUT POSITIF: Aremania memberikan dukungan kepada Julian Guevara dan kawan-kawan dalam laga BRI Super League musim 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.

 KABUPATEN – Penggawa Arema FC berpotensi mendapat dukungan langsung dari Aremania saat menjalani laga away pada kompetisi musim depan. Peluang Aremania hadir dalam laga tandang tim pada Super League 2025/2026 cukup besar. Ketua Umum PSSI Erick Thohir dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mencabut larangan suporter away.

 Dalam tiga musim terakhir, PSSI menerapkan aturan larangan pemain ke-12 bertandang karena sejumlah alasan. Mulai dari, bagian menjaga laga Super League tetap kondusif. Lalu, salah satu bentuk evaluasi setelah tragedi Kanjuruhan.

 General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menyambut rencana federasi tersebut dengan positif. Baik manajemen klub, skuad Singo Edan, dan Aremania mendukung evaluasi terkait aturan suporter away. Singo Edan melihat, setiap musim pemain ke-12 terus berproses lebih baik.

 Menurutnya, kompetisi musim depan bisa jadi momentum yang tepat. Klub dan suporter sudah berusaha mematuhi regulasi itu dalam empat musim beruntun. ”Kalau kami sudah empat tahun tanpa penonton away, itu sangat memengaruhi ke pertandingan. Pastinya, semua pemain ingin (saat berlaga) selalu dilihat suporter tim. Baik itu saat menjalani laga home atau away,” ujarnya.

 Menurutnya, pencabutan larangan suporter away memberikan keuntungan untuk Singo Edan dan klub lain. Saat bertandang, elemen tim menjadi lebih bersemangat karena mendapatkan dukungan dari pemain ke-12. Para  suporter juga bisa saling bersilaturahmi menunjukkan persaudaraan setelah laga seperti terjadi dalam beberapa laga musim lalu.

 Meski begitu, Inal itu melihat, semua kebijakan yang diambil PSSI terkait aturan suporter away harus dijalankan dengan optimal. Khususnya, mempersiapkan sistem keamanan saat laga kandang dihadiri pendukung tim tamu. Arema FC sendiri sudah mempersiapkan hal tersebut sejak lama.

 ”Sistem keamanan, Panpel, dan risiko sudah kami pelajari sejak bermain kandang di Bali, Blitar sampai ke Kanjuruhan,” ujarnya. Berangkat dari itu, keberadaan Presidium Aremania Utas bisa membantu sistem keamanan pertandingan lebih terjamin. Melalui keberadaan Korlap yang selalu mengawal tim kandang dan tandang di setiap laganya.

 Berdasar informasi diterima Arema FC, kelonggaran terkait larangan away akan dimulai di Piala Presiden. PSSI akan memberikan kelenturan regulasi soal pendukung tandang ke Bandung. 

Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos tak menampik mendukung kelonggaran aturan suporter away. ”Dukungan mereka (Aremania) selalu berarti di setiap laga,” katanya. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Suporter Away Arema FC BRI Super League aremania