RADAR MALANG-Pemain anyar Arema FC Diego Landis dikenal sebagai bek tengah dengan kemampuan komplet. Dia tidak hanya memiliki statistik positif dalam aspek tekel dan intersep, pemain asal Brasil itu juga punya insting mencetak gol. Karena itu, pernah diturunkan sebagai striker.
Penggawa tim berusia 28 tahun itu mengungkapkan, bermain sebagai ujung tombak saat masih berseragam klub Thailand Khon Kaen United. Selama musim 2024/2025, dia sempat bermain empat kali sebagai striker di samping menjalankan peran utamanya di sektor belakang.
”Saya memang pernah bermain di posisi tersebut (striker). Namun itu terjadi hanya untuk beberapa menit saja,” ujar eks penggawa Terengganu FC tersebut. Diego menjelaskan, saat itu tim yang dia bela sedang membutuhkan gol untuk menyamakan kedudukan. Pada 10 sampai 15 menit sebelum pertandingan berakhir, dia diminta bermain sebagai penyerang.
Diego biasanya berpindah posisi dari stoper ke striker saat mulai bermain dari bangku cadangan. Saat itu, tugasnya hanya satu, membantu mencetak gol atau memantulkan bola untuk tim. Dia diinstruksikan untuk menjadi target men, karena punya tinggi 193 centimeter.
Dia akan menjadikan pengalaman tersebut untuk membantu Arema FC musim depan. Sekaligus menjalankan game plan pelatih. ”Saya akan memberikan kontribusi untuk tim ini dengan cara yang saya bisa lakukan. Tetapi saya pastikan, posisi asli saya tetaplah seorang bek tengah,” ujarnya.
Selain striker, Diego juga pernah bermain di dua posisi lain. Seperti fullback kanan selama empat penampilan dan sekali turun di sektor gelandang bertahan di klub sebelumnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo