Belajar dari Kasus 2021, Investigasi Match Fixing BWF Bisa Makan Waktu Bertahun-tahun

Valda Yumna Novfitri • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Foto raket dan kok. (Foto: Freepik)
Foto raket dan kok. (Foto: Freepik)

MALANG, RADAR MALANG – Dugaan match fixing yang menjerat dua pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil masih dalam proses investigasi.

Proses investigasi diperkirakan bakal berlangsung lama mengingat rekam jejak penanganan kasus serupa oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Baca Juga: Bayangi Kejuaraan Dunia, Dua Pasangan Ganda Campuran Indonesia Dicoret Buntut Dugaan Match Fixing

Berdasarkan riwayat kasus integritas BWF, salah satu skandal match fixing yang menjerat delapan pemain Indonesia pada 2021 membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun sejak laporan awal pelapor hingga akhirnya diputuskan oleh Independent Hearing Panel (IHP).

Prosesnya mencakup investigasi, wawancara pemain, pengumpulan bukti, hingga persidangan yang kompleks.

Dalam kasus tersebut, tiga pemain yang terbukti mengoordinasikan pelanggaran dijatuhi sanksi larangan seumur hidup dari seluruh aktivitas bulu tangkis, sementara lima pemain lainnya mendapat sanksi larangan bertanding enam hingga 12 tahun disertai denda ribuan dolar AS.

Seluruh pihak yang disanksi memiliki hak mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) dalam waktu 21 hari usai putusan resmi diterima.

Proses investigasi BWF sendiri terdiri dari beberapa tahap, mulai dari pengumpulan informasi dan pemantauan, wawancara pemain yang dicurigai, penyusunan berkas kasus oleh Referral Officer, hingga akhirnya disidangkan oleh Independent Hearing Panel jika bukti dianggap cukup.

Baca Juga: Tanpa Wakil di Korea Masters 2026, Indonesia Pilih Fokus Persiapan Jelang Kejuaraan Dunia

Hingga saat ini, PBSI hanya menyatakan sepenuhnya menghormati proses investigasi independen BWF dan meminta publik maupun media untuk tidak berspekulasi selama proses pemeriksaan berlangsung.

Pihak PBSI juga belum mengungkap secara spesifik alasan pencoretan kedua pasangan tersebut dari skuad kejuaraan dunia.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : sumber dari berbagai sumber
match fixing PBSI bulu tangkis BWF