Jafar Hidayatullah, Ganda Campuran Peringkat 9 Dunia yang Kariernya Kini Terancam Buntut Match Fixing

Valda Yumna Novfitri • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Pemain ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah. (Sumber: PBSI)
Pemain ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah. (Sumber: PBSI)

MALANG, RADAR MALANG – Jafar Hidayatullah menjadi salah satu nama yang tengah disorot usai dicoret PBSI dari skuad BWF World Championships 2026 buntut dugaan match fixing yang masih diselidiki Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Baca Juga: Bayangi Kejuaraan Dunia, Dua Pasangan Ganda Campuran Indonesia Dicoret Buntut Dugaan Match Fixing

Pebulu tangkis kelahiran Tangerang, 9 Januari 2003, ini dikenal sebagai pemain kidal dengan tinggi 170 sentimeter.

Jafar mulai bermain bulu tangkis sejak usia lima tahun dan mengawali kariernya di PB Rajawali, Tangerang, klub yang masih menaunginya hingga kini.

Ia resmi masuk Pelatnas PBSI pada 2023, setelah sempat berpasangan dengan Aisyah Salsabila Putri Pranata di level Super 100. 

Sepanjang 2024, kariernya melesat usai dipasangkan dengan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, hingga akhirnya keduanya menembus peringkat sembilan dunia pada Januari 2026 dan meraih medali perunggu di Kejuaraan Asia 2025.

Jafar juga dikenal sebagai kakak dari pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Febi Setianingrum. Keduanya sempat sama-sama menjadi juara di ajang Indonesia Masters 2024, masing-masing di sektor ganda campuran dan ganda putri.

Di luar lapangan, Jafar mengaku mengidolakan legenda bulu tangkis asal China, Lin Dan, dan menekankan prinsip hidup untuk menikmati proses serta tidak membiarkan kegagalan masa lalu menghambat langkah ke depan.

Baca Juga: Mengenal Felisha Pasaribu, Ganda Campuran Muda yang Kini Diselidiki Dugaan Match Fixing

Sebuah prinsip yang kini diuji di tengah sorotan dugaan pelanggaran integritas yang membayanginya.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : sumber dari berbagai sumber
Jafar Hidayatullah PBSI ganda campuran bulu tangkis