MALANG, RADAR MALANG - Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos tak didampingi analis tim dan pelatih fisik dalam sesi latihan beberapa hari ke depan. Itu karena, Matheus Lacerda dan Carlos Airon harus mengikuti pelatihan di Jakarta. Keduanya akan upgrade ilmu di workshop yang diinisiasi operator kompetisi I.League.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengungkapkan, kegiatan tersebut wajib diikuti tim analis dan pelatih fisik seluruh klub yang berlaga di Super League 2026/2027. Nantinya, mereka akan belajar mengenai teknologi terbaru. Mulai dari GPS pemain maupun video analisis.
Baca Juga: Target Gelandang Arema FC Matheus Blade dalam Turnamen Piala Presiden 2026
”Matheus (Lacerda) dan Carlos (Airon) akan berangkat ke sana untuk mempelajari banyak hal selama tiga hari,” ungkap pelatih berusia 47 tahun tersebut. Keduanya diketahui sudah berada di Jakarta sejak Kamis lalu (13/8). Peran Matheus dan Carlos untuk sementara akan diberikan kepada Tiago Simoes dan Siswantoro. Tiago mempunyai kemampuan analis dan juga mengisi posisi tersebut pada kompetisi musim 2025/2026.
Menurutnya, pelatihan tersebut dapat memberikan banyak manfaat terhadap tim pelatih. Itu karena, mereka bisa mengetahui apa saja fitur-fitur terbaru dari GPS. Begitu juga dengan software video analisis yang bisa digunakan untuk latihan maupun pertandingan.
Baca Juga: Analis Arema FC Matheus Lacerda Dapat Peran Tambahan sebagai Scouting Pemain Anyar
Marcos ingin, kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan maksimal oleh Matheus dan Carlos. Mereka berdua dapat belajar dan saling berbagi informasi dengan rekan seprofesi yang lain. ”Harapannya, setelah Kembali ke sini, mereka bisa bertukar pengetahuan tersebut kepada kami. Sehingga bisa memberikan efek positif terhadap program latihan maupun pertandingan,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang