MALANG KOTA-RADAR MALANG- Bergabung di skuad Arema FC dengan diiringi harapan besar dari Aremania tak membuat Mauro Zijlstra merasa tertekan. Pemain berusia 21 tahun siap menghadapi tantangan selama berkostum Singo Edan. Sekaligus, jadi sumber gol tim saat mengarungi BRI Super League.
Seperti diketahui, Mauro dipinjam dari Persija sebagai upaya meningkatkan daya gedor Singo Edan. Setelah Gustavo Henrique mengalami cedera, Arema FC kesulitan mencetak gol di Piala Presiden. Akibatnya, pulang dari turnamen tanpa meraih gelar.
Bagi Mauro Zijlstra sebuah hal yang normal saat pendukung mengharapkan gol dari dirinya. Sebagai pemain, dia juga selalu ingin memberikan kontribusi maksimal untuk tim yang dibela. ”Sebagai seorang striker target utama saya jelas mencetak gol sebanyak-banyaknya (untuk tim),” kata pemain kelahiran Zaandam, Belanda tersebut.
Demi mewujudkan misi tersebut, dia akan kerja keras sejak hari pertama latihan bersama Arema FC. Mauro Zijlstra juga berencana menambah latihan saat hal tersebut dibutuhkan. Selain juga berusaha mempercepat proses adaptasi dengan skema permainan tim.
Itu menyusul, gaya permainan yang diusung Arema FC dan Persija Jakarta atau Timnas Indonesia berbeda. Tapi, dia yakin proses itu bisa berjalan dengan cepat. Itu karena setiap pemain di skuad Singo Edan saling support.
”Saya ingin mendapatkan menit bermain lebih banyak. Untuk terus meningkatkan performa,” kata mantan pemain kelahiran 9 November 2004 tersebut. Dia sudah banyak belajar dari musim perdana bermain di kompetisi tanah air. Pada musim perdana di Super League, perjalanan Mauro Zijlstra tak berjalan dengan mulus.
Sementara itu, Manajemen Arema FC percaya dengan potensi Mauro Zijlstra. ”Kami berharap dia bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan tim, memahami filosofi permainan pelatih, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo