Memikirkan banyak hal secara berlebihan juga biasa disebut dengan overthinking. Overthinking adalah suatu keadaan dimana perilaku seseorang dalam memikirkan segala sesuatu secara berlebihan. Hal ini dapat dipicu mulai dari masalah sepele dalam kehidupan ehari-hari, masalah besar, hingga trauma di masa lalu, yang membuat seseorang tersebut tidak bisa berhenti memikirkannya.
Seseorang yang sudah terjebak dalam overthinking akan dihantui oleh rasa khawatir berlebihan dan membuat ragu dalam mengambil sebuah keputusan. Dari hal tersebut maka otomatis hati akan was-was dan merasa terus-terusan tak nyaman. Situasi mengancam ini menjadi situasi yang nantinya akan semakin sulit untuk diatasi oleh individu yang bersangkutan.
Seringkali membutuhkan waktu yang cukup lama dan bahkan tidak jarang
terdapat kejadian yaitu gagal mengatasi permasalahan tersebut, sehingga pada tahap berikutnya ia mengalami kesulitan dalam bekerja ataupun melakukan aktivitas keseharian lainnya.
Jika dibiarkan terjadi maka perasaan bersalah dan stress juga bisa timbul akibat dari sifat overthinking tersebut. Meski kadang sulit dihindari, ada baiknya kita sebagai umat islam memiliki sifat husnuzan akan ketentuan Allah SWT. Dalam Islam overthinking yang menyebabkan stress di dalam kehidupan ini disebut sebagai cobaan.
Di dalam Al Qur’an pada surat Al Baqarah (2) ayat 155 yang artinya “dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”
Berikut ini adalah beberapa dampak buruk yang dapat terjadi ketika seseorang overthinking :
1. Menghambat aktivitas sehari-hari
Overthinking dapat menghambat aktivitas seseorang, hal ini dikarenakan seseorang tersebut akan membuang waktunya untuk memikirkan sesuatu hal ataupun masalah secara berulang-ulang hingga menguras energinya. Tidak jarang orang yang sering overthinking juga akan insomnia atau terbangun di malam hari karena anxiety dreams hal ini dapat menyebabkan tubuh terasa lelah karena kurangnya istirahat akibat terus memikirkan kekhawatiran secara berlebihan.
2. Menurunkan performa kerja
Kurangnya kualitas tidur yang cukup akibat overthinking juga dapat menurunkan performa kerja. Overthinking dapat membuat seseorang menjadi sulit untuk berkonsentrasi, tidak fokus dalam menyelesaikan masalah, bahkan kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang lain.
Hal tersebut pernah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan kepada para atlet.
Dalam penelitian ini, atlet yang memiliki kebiasaan untuk melakukan overthinking cenderung mengalami penurunan performa saat mereka tampil jika dibandingkan dengan yang tidak melakukan overthinking meskipun sebenarnya atlet tersebut lebih terlatih.
3. Membuat emosi jadi tidak terkontrol
Bukannya mendapatkan solusi terbaik, kebiasaan dari overthinking akan membuat seseorang tersebut kesulitan untuk mengontrol emosi. Seseorang tersebut akan memiliki kecenderungan tidak mampu untuk mengendalikan amarahnya, mudah panik, tidak percaya diri, bahkan memiliki pemikiran dan perilaku yang aneh.
Sebuah penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa kebiasaan overthinking dapat menyebabkan tekanan emosi yang berlebihan hingga mendorong seseorang untuk melampiaskan emosi dengan cara yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tidak sehat dan minuman beralkohol.
Di lain kasus, kebiasaan melakukan overthinking juga bisa menyebabkan seseorang ingin mengurung diri dan mengurangi interaksi sosial dengan orang lain. Jika ini terus terjadi dapat menyebabkan resiko terjadinya depresi semakin meningkat.
4. Mengalami gangguan kesehatan
Selain berdampak pada kesehatan mental, overthinking juga dapat berpengaruh pada kesehatan fisik. Kebiasaan ini dapat menyebabkan orang tersebut mengalami sakit kepala, demam, nyeri dada, jantung berdebar, sesak napas, hingga tekanan darah tinggi. Bahkan pada kasus yang lebih parah, overthinking dapat meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes,
stroke, dan bahkan serangan jantung.
Buruknya dampak yang disebabkan oleh overthinking itu sendiri, maka seseorang tersebut perlu mengubah overthinking tersebut menjadi pemikiran yang lebih positif dengan menekankan pemikiran sebagai sesuatu yang tidak perlu dicemaskan.
Juga seseorang tersebut perlu memikirkan peluang dalam mengatasi overthinking tersebut, seperti :
1. Cognitive restructuring, yaitu dengan mengubah cara berpikir secara negatif menjadi berpikiran secara positif.
2. Doa dan Dzikir. Sebagai manusia beriman, doa dan dzikir menjadi sumber kekuatan bagi kita dalam berusaha. Adanya harapan yang tinggi dapat disandarkan kepada Allah SWT, demikianpun apabila ada kekhawatiran terhadap suatu ancaman, dapat melakukan sandaran kepada Allah SWT dengan senantiasa melakukan doa dan dzikir. Melalui dzikir maka perasaan akan menjadi lebih tenang dan tentram sebagaimana dalam surat Ar Ra’d ayat 28 :
QS 13 : 28. ”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
Ketenangan hati ini akan dapat mengarahkan individu pada kekuatan untuk menyelesaikan masalah.
3. Bersyukur dan Berserah diri (Tawakal). Salah satu kunci dalam menghadapi overthinking adalah dengan selalu bersyukur dan menerima segala pemberian Allah SWT.
Allah SWT telah berfirman di dalam Al Qur’an Surat Al Fatihah ayat 2 dan Al Baqarah : 156
: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".
Kedua ucapan di atas sangat familiar di lidah kita, dan apabila kita
pahami maknanya setiap kali mengucapkannya saat menghadapi cobaan maka niscaya akan muncul kekuatan psikologis yang besar untuk mampu menghadapi musibah itu.
"Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam” dan “Kami ini kepunyaan Allah, dan kepadanya jua kami akan kembali".
Uraian di atas menunjukkan bahwa di dalam Islam sudah menyediakan penawar
terhadap munculnya masalah overthinking yang menyebabkan stres melalui berbagai macam bentuk ibadah di dalamnya. Shalat, doa, dan dzikir dan ibadah lainnya adalah sebagian ibadah yang membentuk kesiapan manusia dalam menghadapi overthinking.
Dengan demikian, apabila kita sebagai umat Islam mampu dalam mengamalkan ibadah-ibadah secara benar maka akan mendapatkan manfaat dalam menghindari melakukan kebiasaan overthinking yang dialaminya.(*)
Penulis:
Winda Regita Cahyani
Mahasiswi Fakultas Psikologi Semester 2
Universitas Muhammadiyah Malang
Editor : Shuvia Rahma