INISIATOR dari simulator mobil listrik tersebut adalah Dr Muchammad Harly ST MT. Inovasi tersebut dimulai sejak 2019 lalu.
Latar belakang inovasi dilakukan murni untuk pembelajaran.
Harly mengatakan, selama ini kebutuhan tersebut dipenuhi dengan impor simulator tersebut.
Padahal, harganya sangat mahal sekitar Rp 400 juta-an.
Sedangkan simulator produksi Direktorat Inovasi UM tersebut dapat menghemat 40 persen dari harga simulator kendaraan listrik dari luar negeri.
”Saingan kita banyak dari Jerman hingga Singapura,” imbuhnya.
Namun dengan mempertahankan bahan baku dari Indonesia, banyak keunggulan yang dimiliki oleh simulator kendaraan listrik produksinya.
Harly mengatakan, produk tersebut sudah mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Hampir 70 persen bahan baku pembuatan simultaor tersebut berasal dari Indonesia.
”Hanya ada beberapa komponen yang memang belum ada di Indonesia, jadi kami impor,” tuturnya.
Karena buatan dalam negeri, aftersale-nya juga akan lebih mudah.
Apabila membutuhkan servis hingga training terkait simulator tersebut, Harly dan tim siap memberikannya.
Itu yang menjadi keunggulan Simutalor kendaraan listrik buatan UM tersebut karena ditujukan sebagai bahan pembelajaran.
Simulator tersebut juga sudah disesuaikan dengan kurikulum vokasi di Indonesia.
Selain itu, produksi simulator kendaraan listrik tersebut juga bertujuan untuk mendorong percepatan hilirisasi di Indonesia.
”Makanya proses desain, pembuatan produk, bahan mentah, hingga quality control dilakukan di dalam negeri,” ungkap Dosen Fakultas Vokasi dan Fakultas Teknik UM tersebut.
Produk tersebut, kata Harly, juga merupakan hasil dari program Teaching Factory (Tefa), teknik model pembelajaran untuk pendidikan vokasi yang dirancang berdasarkan standar industri dan bisnis.
Untuk kelebihan UM, yakni tidak hanya praktik memproduksi.
Namun juga memiliki pasar untuk menjual hasil produksi.
Simulator tersebut juga sudah diperjualbelikan di Malaysia.
Saat ini pihaknya tengah mengerjakan pesanan simulator dari PT Srikandi Jaya yang merupakan perusahaan distributor alat peraga sekolah terkait simulator kendaraan listrik.
Harly juga tengah mengembangkan simulator untuk mobil listrik kendali jarak jauh dan tanpa sopir.
Sementara itu, Pimpinan Direktorat Inovasi UM Prof Dr Nandang Mufti SSi MT mengatakan, simulator kendaraan listrik tersebut memiliki berbagai keunggulan karena mengintegrasikan sistem mobil dengan komputer.
”Hal ini merupakan salah satu inovasi UM untuk ikut mencerdaskan bangsa secara nyata dengan memberikan manfaat langsung kepada para pelajar dan guru,” tuturnya.
Sehingga mereka dapat dengan mudah memahami prinsip mobil listrik yang ada di pasaran.
Lulusan SMK otomotif dapat dengan mudah masuk dalam dunia industri atau berwirusaha.
Dia berharap pembuatan simulator pendidikan di UM tersebut dapat terus berkembang dan dimanfaatkan oleh masyarakat di seluruh Indonesia. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana