Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Terbaru dan Lengkap! Inilah Daftar Nama Caleg Terpilih yang Lolos sebagai DPRD Kota Malang 2024-2029

Fathoni Prakarsa Nanda • Selasa, 5 Maret 2024 | 16:54 WIB
AKHIRNYA SELESAI: Panitia Pemilihan Kecamatan Kedungkandang membuka kotak rekapitulasi suara disaksikan petugas Bawaslu di Harris Hotel and Conventions, Minggu malam (3/3).
AKHIRNYA SELESAI: Panitia Pemilihan Kecamatan Kedungkandang membuka kotak rekapitulasi suara disaksikan petugas Bawaslu di Harris Hotel and Conventions, Minggu malam (3/3).

Perolehan Kursi Parpol Berubah Dibanding Pemilu 2019

MALANG KOTA – Daftar nama caleg terpilih yang lolos ke gedung DPRD Kota Malang hasil Pemilu 2024 berbeda dengan hasil Pemilu 2019. 

Ada parpol yang mendapat tambahan kursi dari caleg, ada yang berkurang, bahkan ada penghuni DPRD Kota Malang yang tereliminasi.

Tak kalah menarik, 19 nama caleg yang lolos atau 42 persen dari total anggota DPRD Kota Malang lima tahun ke depan adalah wajah baru. 

Para pendatang baru itu berasal dari seluruh daerah pemilihan (kecamatan). 

Terbanyak dari Kecamatan Lowokwaru yang mencapai 7 orang. 

Mereka adalah Ginanjar Yoni Wardoyo dari Gerindra, Rendra Masdrajad dari PKS, Anastasya Ida dari PDIP, Putri Aidillah dari PKB, Joko Prihatin dari Golkar, dan Dito Arief dari Nasdem. 

Pendatang baru terbanyak lainnya berasal dari dapil Sukun dan Blimbing. 

Masing-masing empat orang.

Baca Juga: PDIP Tetap Isi Kursi Ketua DPRD Kota Malang, Begini Komposisi Pimpinan Dewan 2024-2029

Di Sukun ada nama Anas Muttaqin dari PKB, Abu Bakar dari Gerindra, Titik Wijayanti dari Golkar, dan Kristina Yuniati dari PSI. 

Sedangkan dari dapil Blimbing yaitu Danny Agung Prasetyo Gerindra, M. Dwicky Salsabil Firdaus dari Nasdem, Arief Ferdianto dari Demokrat, dan Donny Victorious dari PSI. 

Sementara itu, Dapil Kedungkandang menyumbang tiga wajah baru. 

Yakni Saniman Wafi dari PKB, Sri Mulyana dari Golkar, dan Indra Permana PKS. 

Terakhir dari Kecamatan Klojen meloloskan dua wajah baru. 

Mereka adalah Sony Rudiwiyanto dari PDIP dan Kartika dari Golkar. 

Suara tertinggi di Klojen diraih Rimza dari Partai Gerindra dengan 6.526 suara. 

Untuk dapil Sukun, peraih suara terbanyak justru merupakan pendatang baru. 

Yaitu Anas Muttaqin dari PKB yang mampu meraih 7.636 suara. 

Anas sempat menjadi tenaga ahli anggota DPR RI H Ali Ahmad atau Gus Ali. 

Selanjutnya, I Made Riandiana Kartika dari PDIP meraih suara tertinggi di Lowokwaru dengan 4.434 suara. 

Dari Dapil Blimbing ada nama Asmualik dari PKS dengan 5.338 suara. 

Sedangkan posisi teratas dapil Kedungkandang ditempati Abdul Wahid dari PKB dengan 6.663 suara. 

Selain diisi nama baru, perolehan kursi partai empat besar juga mengalami perubahan. 

Seperti PDI-P yang pada 2019 lalu memperoleh 12 kursi, kali ini berkurang menjadi 9 kursi. 

Sedangkan PKB mengalami peningkatan dari 7 kursi menjadi 8 kursi. 

Peningkatan perolehan kursi juga dialami PKS. 

Mereka berhasil mengirimkan 7 wakil di DPRD Kota Malang atau bertambah satu kursi. 

Hal yang sama juga diraih Gerindra yang menambah perolehan dari 5 kursi menjadi 6 kursi. 

Perindo yang pada Pemilu 2019 meraih satu kursi, kali ini harus rela tereliminasi. 

Mereka gagal mengirimkan wakil ke legislatif Kota Malang. 

Ketua DPC PDI-P Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengatakan, penurunan perolehan kursi pada pemilu kali ini menjadi evaluasi total bagi partainya. 

Sebab, sebelumnya mereka menarget penambahan dua kursi. 

Namun fakta yang terjadi malah sebaliknya. 

”Ternyata politik nasional berdampak juga ke daerah. Misalnya Partai Gerindra, mereka mendapatkan dampak dari perolehan suara pilpres,” terang Made. 

Meskipun perolehan kursi berkurang, Made memastikan jabatan Ketua DPRD Kota Malang masih akan dipegang PDIP. 

”Kami tetap 9 kursi, yang terdekat PKB 8 kursi,” tandasnya. 

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC PKB Kota Malang Niriyanto memastikan pada Pemilu 2024 pihaknya mendapatkan tambahan satu wakil menjadi 8 orang. 

Tiga diantaranya merupakan pendatang baru. 

”Kami kehilangan kursi di Blimbing. Tetapi mendapatkan tambahan dari pendatang baru di Sukun dan Kedungkandang,” tuturnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Pemenangan PKS Kota Malang Alwi Hidayat menuturkan, selain berhasil menambah wakil di DPRD Kota Malang, jumlah suara yang didapat PKS ikut bertambah. 

Pada pileg 2019 lalu memperoleh 50.036 suara. 

Tahun ini meningkat menjadi 66.349 suara. 

Artinya ada peningkatan 16.313 suara. 

”Ini membuktikan kepercayaan masyarakat kepada kami semakin meningkat. Kader yang militan, kerja sama yang baik antara anggota, struktur, caleg juga menjadi kunci,” paparnya. 

Nyaris Penghitungan Ulang

Pemungutan suara tingkat KPU Kota Malang pada Minggu lalu (3/3) sempat diwarnai debat panjang. 

Bahkan nyaris dilakukan rekapitulasi ulang khusus Kecamatan Blimbing. 

Padahal kasus itu seharusnya diselesaikan di tingkat Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK). 

Permintaan penghitungan ulang itu diajukan karena ada keberatan dari calon legislatif asal Blimbing, Wiwik Sukaesi. 

Kader PDI-P itu menduga ada kesalahan rekapitulasi di 53 TPS. 

Sehingga perolehan suaranya berkurang. 

Namun permintaan tersebut ditolak partai lain. 

Seperti dari Golkar, Nasdem, Demokrat, dan Gerindra. 

Debat terjadi selama hampir dua jam dan tak kunjung menemukan kesepakatan. 

KPU Kota Malang terpaksa menskors rapat perolehan suara selama 10 menit. 

Momen itu digunakan untuk diskusi internal pimpinan. 

Akhirnya, penghitungan suara ulang khusus untuk Kecamatan Blimbing tidak dilakukan. 

Sebagai gantinya, ada catatan khusus dari rapat pleno di tingkat kota. 

Catatan khusus tentang keberatan itu akan diteruskan ke provinsi. (adk/fat)

Daftar Nama Caleg Terpilih yang Lolos sebagai anggota DPRD Kota Malang 2024-2029

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#dprd kota malang #caleg