Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bocoran Calon Bupati Malang 2024, Tebak Siapa Nama Kandidat, Warga Kabupaten Pasti Kenal

Fathoni Prakarsa Nanda • Selasa, 23 April 2024 | 17:00 WIB
Photo
Photo

KABUPATEN – Geliat menuju Pemilihan Bupati (Pilbub) Malang sudah lebih terasa dibanding Kota Malang.

H M. Sanusi sebagai petahana menyatakan bakal kembali berkontestasi melalui PDIP.

Bahkan dia juga sudah membuka komunikasi untuk melakukan koalisi dengan PKB.

Di kubu lain juga mulai muncul benih koalisi antara Partai Gerindra dengan Partai Golkar. 

Jika empat parpol besar itu membentuk dua koalisi, besar kemungkinan nantinya hanya ada dua pasangan calon.

Partai lain yang tersisa berpotensi memilih bergabung dengan dua koalisi tersebut.

Sebab, tidak mudah bagi mereka membangun koalisi lain hingga memenuhi syarat ambang batas minimal pencalonan.

Yakni 20 persen gabungan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Malang berdasar Pemilu Legislatif 2024.

Sebagai gambaran, DPRD Kabupaten Malang memiliki 50 kursi.

Artinya, syarat minimal pencalonan adalah kepemilikan 10 kursi.

Pada pemilu legislatif lalu, PDIP mendapat 13 kursi. Sedangkan PKB 11 kursi.

Jika mereka berkoalisi akan memiliki 24 kursi.

Sementara itu, Partai Gerindra memiliki delapan kursi, sama dengan yang dimiliki partai Golkar.

Koalisi yang mereka bentuk (jika terealisasi) akan menghasilkan 16 kursi.

Total dua koalisi itu sudah menyedot 40 kursi.

Artinya hanya tersisa 10 kursi lagi yang dimiliki beberapa parpol.

Yakni Nasdem (6 kursi), PKS (2 kursi), Hanura (1 kursi), dan Demokrat (1 kursi).

Tidak mudah bagi mereka untuk membuat koalisi baru jika dihubungkan dengan koalisi pilpres lalu.

Beda halnya jika PDIP dan PKB mengusung calon sendiri-sendiri lantaran kursi mereka sudah melebihi ambang batas minimal tanpa koalisi.

Maka, jumlah pasangan calon bisa lebih banyak.

Informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Malang, masing-masing parpol yang menggagas koalisi sudah melakukan persiapan.

Misalnya yang diungkapkan Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto.

Dia mengatakan, partainya sudah melakukan penjaringan dari internal maupun eksternal.

”Internal kami berikan terlebih dahulu. Kemudian baru eksternal. Artinya orang umum dari luar partai maupun kader juga boleh mendaftar,” ucap Didik.

Untuk sementara, PDIP akan tetap mengusung Bupati Malang Sanusi.

Komunikasi dengan DPD provinsi dan DPP pun sudah dilakukan.

Pihaknya bahkan sudah menyatakan akan menggandeng kader PKB sebagai calon wakil bupati.

“Kami sudah intens berkomunikasi dengan PKB. Namun, karena politik ini dinamis, kami akan ikuti terus perkembangannya,” lanjut Wakil Bupati Malang itu.

Tidak hanya dengan PKB, Didik juga mengaku sudah menjalin komunikasi dengan parpol lain dan menggagas reuni Malang Makmur.

Sementara itu, PKB merespons positif tawaran Bupati Malang Sanusi untuk mengirim kader sebagai calon wakil bupati periode 2024-2029.

Terlebih, PKB memiliki beberapa nama potensial untuk duduk di jajaran eksekutif.

Di antaranya Ketua DPC PKB Kabupaten Malang M. Kholiq, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hikmah Bafaqih, Ketua Muslimat NU Khofidah, Anggota DPR RI Ali Ahmad (Gus Ali), dan mantan Anggota DPR RI Latifah Shohib.

”Setelah dua kali muscab (musyawarah cabang), salah satu rekomendasinya adalah mengusung Ketua DPC PKB Kabupaten Malang untuk maju di eksekutif,” ujar Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang Kuncoro.

Awalnya PKB memang ingin memiliki calon bupati.

Namun, kalau Sanusi memberi tawaran seperti itu, Kuncoro menyebut tidak ada salahnya untuk diterima.

Menurut Kuncoro, perpaduan antara PDIP sebagai partai nasionalis dengan PKB sebagai partai nasionalis agamis sangat sesuai untuk kultur masyarakat Kabupaten Malang.

Terlebih, kedua partai tersebut menjadi pemilik suara terbesar di Kabupaten Malang dalam pemilihan legislatif 2024 ini.

 ”Tawaran PDIP itu kami seriusi dulu, clear-nya seperti apa, tunggu saja,” kata dia.

Yang jelas, lanjut Kuncoro, Sanusi mengaku sudah berkomunikasi dengan Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKB Provinsi Jawa Timur.

Namun, karena perkembangan politik yang dinamis, Kuncoro menyebutkan keputusan akhirnya akan mengikuti amanat DPP PKB.

Gagas Reuni Koalisi Pilpres

Di tempat lain, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang Zia’ul Haq menyatakan telah menyiapkan dua calon bupati, baik dari internal maupun eksternal.

Yang pertama adalah Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang Chusni Mubarok.

Dia juga merupakan caleg DPRD Provinsi Jawa Timur 2024 yang terpilih dengan perolehan suara terbanyak.

”Dari eksternal kami menyiapkan KH Khamim Kholili yang menjabat sebagai Ketua NU Kabupaten Malang,” kata Zia.

Komunikasi intensif sudah dimulai sejak sebelum pileg 2024 lalu dan masih berlanjut hingga sekarang.

Karena perolehan kursi yang belum mencukupi, Gerindra akan berkoalisi dengan partai-partai pendukung paslon Pilpres 2024 Prabowo-Gibran.

Di antaranya Partai Golkar, Demokrat, PAN, PSI, dan Gelora.

Partai Golkar pun merespons ajakan koalisi dari Gerindra untuk membentuk poros kekuatan baru.

”PKS dan Partai Nasdem juga akan diajak komunikasi untuk membentuk poros kekuatan baru yang lebih solid,” ucap Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Malang Ahmad Fauzan.

Setidaknya sudah ada tiga nama yang dipertimbangkan untuk diusung Partai Golkar.

Yakni Ahmad Fauzan sendiri, Ketua DPD Golkar Jatim Zainal Arifin, dan Ketua DPD Golkar Kabupaten Malang Siadi.

Elektabilitas Siadi juga menjadi pertimbangan utama.

Sebab, dia sudah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur selama 5 periode.

”Tinggal komunikasi dan kesepakatan dengan partai koalisi,” pungkasnya.

Partai Nasdem tak mau kalah menyiapkan kandidat.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai NasDem Kabupaten Malang Amarta Faza menyebut dua nama.

Yakni Kresna Dewanata yang menjabat sebagai anggota DPR RI dan Jajuk Rendra Kresna yang menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Malang.

"Kami mendapatkan 6 kursi di DPRD Kabupaten Malang berdasar hasil Pileg 2024. Maka kami memerlukan rekan koalisi untuk Pilkada 2024," ujar Faza.

Namun, sejauh ini Partai Nasdem belum melangkah terlalu jauh untuk menghadapi pendaftaran Pilkada 2024.

Mereka sedang fokus evaluasi terkait Pileg 2024.

Menurutnya, Kabupaten Malang membutuhkan pemimpin yang berjiwa muda, berpengalaman, serta memahami teritori daerah yang luas.

Selain itu juga dekat dengan berbagai golongan masyarakat.

"Insya Allah kader-kader Partai Nasdem memenuhi beberapa kriteria tersebut," pungkasnya. (yun/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kabupaten Malang #pemilihan bupati malang