MALANG KOTA - Setelah PKB membuka pendaftaran bakal calon wali kota secara terbuka, giliran PDIP Kota Malang yang bersiap melakukan hal serupa.
Kemungkinan, partai yang identik dengan warna merah itu akan membuka pendaftaran bakal calon wali kota pada pertengahan Mei.
Ketua DPC PDIP Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengaku, pihaknya tak ingin terburu-buru membuka pendaftaran untuk pihak eksternal.
Sebab, mereka masih melakukan monitoring atau pemantauan terhadap kader internal.
Seperti diberitakan sebelumnya, ada dua nama kuat yang berasal dari internal PDIP.
Yang pertama Dewanti Rumpoko, mantan Wali Kota Batu.
Kemudian Sri Untari, yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPP PDIP Jawa Timur.
”Setelah rapat internal DPC, diputuskan pembukaan bakal calon wali kota dan wakil wali kota dibuka sekitar pertengahan Mei,” ujar Made.
Dia memastikan bila sesi pendaftaran itu terbuka untuk semua kalangan.
Baik internal maupun eksternal partai.
”Kalau persyaratannya sama seperti yang diminta KPU. Untuk partai, kami minta loyalitas dan visi-misi yang sama,” tandas Made.
Dia menambahkan, kandidat yang memiliki pengalaman di birokrasi akan mendapatkan nilai plus.
Baik di bidang legislatif maupun eksekutif.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Malang itu menambahkan, setelah menjaring nama-nama bakal calon wali kota dan wakil, DPC Kota Malang akan mengirim kandidat tersebut ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.
”Kami belum ada keputusan karena wewenang akhir di DPP. Tapi kemungkinan besar N1 dari internal partai kami, wakilnya bisa dari eksternal,” jelas Made.
Di tempat lain, Ketua Pemenangan Pilkada PKS Kota Malang Trio Agus Purwono menyampaikan, hingga saat ini pihaknya belum membuka pendaftaran bakal calon wali kota.
Meski begitu, komunikasi sudah dilakukan dengan beberapa kandidat potensial.
Untuk sementara ada dua kandidat yang muncul dari internal PKS.
Yang pertama yakni Ahmad Fuad Rahman.
Dia merupakan anggota Komisi D DPRD Kota Malang periode 2018-2023.
Berikutnya yakni Dwi Hari Cahyono, yang diketahui sebagai anggota DPRD Provinsi Jatim periode 2019-2024 sekaligus salah satu tokoh dalam Nahdlatul Ulama (NU).
”Untuk pembukaan bagi kalangan eksternal masih menunggu rapat atau keputusan DPD PKS Kota Malang,” papar Trio. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana