Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pilwali Kota Malang 2024 Makin Seru, Kini Berpeluang Diikuti Empat Paslon

Fathoni Prakarsa Nanda • Selasa, 9 Juli 2024 | 20:14 WIB
Prof Dr Wahyudi Winarjo MSi
Prof Dr Wahyudi Winarjo MSi

MALANG KOTA - Persaingan merebut kursi Wali Kota Malang diprediksi bakal lebih ketat. 

Konstelasi yang terjadi saat ini memungkinkan munculnya empat pasangan calon. 

Tiga diusung partai politik (parpol) dan satu dari jalur independen.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga kandidat yang kemungkinan diusung parpol adalah Wahyu Hidayat, Moch. Anton, dan Dewanti Rumpoko 

Wahyu Hidayat yang kini menjabat Pj Wali Kota Malang santer dikabarkan bakal mendapat dukungan Partai Gerindra dan Partai Golkar. 

Sedangkan Moch. Anton yang merupakan mantan wali kota periode 2013-2018 berpeluang diusung PKB dan Demokrat. 

Baca Juga: Mau Terpilih Jadi Calon Wali Kota Malang dari PKB? Begini Syarat Dapat Rekomendasi DPP

PDIP yang bisa mencalonkan pasangan tanpa tambahan kursi dari partai koalisi digadang-gadang mengusung Dewanti Rumpoko. 

Sementara satu kandidat dari jalur independen adalah Heri Cahyono atau Sam HC. 

Pria yang berpasangan dengan Rizky Boncell itu bisa melanjutkan pendaftaran setelah memenangkan sidang ajudikasi di Bawaslu Kota Malang.

Analis Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Wahyudi Winarjo MSi mengakui bahwa Pilwali Kota Malang 2024 kemungkinan bakal lebih meriah tahun ini. 

“Banyaknya pasangan calon itu menguntungkan masyarakat. Mereka bebas memilih kandidat sesuai preferensi atau pandangan politik masing-masing,” terang Wahyudi. 

Dia juga menilai banyaknya calon wali kota menandakan Kota Malang memiliki iklim politik positif. 

Partai politik percaya diri dengan jagoannya masing-masing. 

Tidak hanya mengincar kemenangan atau pragmatis. 

“Realitas ini sangat positif bagi perkembangan demokrasi di Kota Malang,” tuturnya. 

Wahyu juga menilai banyaknya kandidat akan berdampak positif pada proses kampanye maupun pasca-pilkada. 

Baca Juga: Calon Wali Kota Malang Abah Anton Klaim Dapat Rekom PKB

Pasalnya, potensi konflik atau polarisasi masyarakat bakal lebih rendah. Utamanya jika dibandingkan dengan dua calon yang bertarung. 

“Kalau hanya dua pasang calon, persaingan cenderung keras karena langsung berhadap-hadapan. Cenderung hitam putih, tidak warna-warni,” pungkasnya. (adk/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#berpeluang #Kota Malang #diikuti 4 paslon