Ada Sinyal Maju Pilkada, Berhasrat Lanjutkan Program
MALANG KOTA – Nama Sutiaji belakangan muncul di bursa calon kepala daerah(cakada).
Meski belum mendapat kendaraan politik, mantan Wali Kota Malang itu mengaku siap memberikan kejutan pada pendaftaran Pilkada yang dibuka mulai 27 Agustus mendatang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sutiaji dirumorpdipkan bakal diusung PDI-P. Sebab, salah satu kandidat cawali PDI-P, yaitu Dewanti Rumpoko enggan maju dalam pilkada Kota Malang.
Partai yang identik dengan warna merah itu juga siap mengusung kandidat dari eksternal.
Baca Juga: Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan Soroti Problem di 3 Pasar
Menanggapi hal tersebut, Sutiaji tak ingin berkomentar banyak.
Dia hanya menyampaikan, pada tanggal 27 Agustus akan memberikan kejutan kepada warga Kota Malang.
”Nanti saja tanggal 27 Agustus, tinggal beberapa hari lagi,” ujarnya.
Meski belum secara gamblang menyebut akan maju dalam pilkada, Sutiaji mem- beri sinyal masih menginginkan kursi N1.
Sebab, menurutnya, ada beberapa tugas yang belum tuntas ketika periode pertamanya menjabat.
”Kalau rasa ingin membereskan masalah pasti masih ada, terkadang saya geregetan. Tapi, karena belum ada deklarasi, saya tidak mau bilang sudah pasti maju pilkada,” tutur pria kelahiran Lamongan itu.
Lebih lanjut, dia berpesan kepada siapa pun yang memimpin Kota Malang agar tidak asal dalam menyusun program dan merumuskan kebijakan.
Harus mengacu pada dokumen rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD).
”Kepala daerah nanti tidak usah neko-neko, meneruskan (program) itu sudah menjadi kewajiban,” tambahnya. Di tempat lain, Ketua DPC PDI Perjuangan I Made Riandiana Kartika menyebut, pihaknya dengan Sutiaji belum melakukan komunikasi jelang Pilkada Kota Malang.
Meski begitu, Made menyatakan bila partainya masih mungkin menggaet kandidat non-partai.
Sebab hingga kemarin belum ada rekomendasi yang turun dari DPP PDI-P.
”Kalau beliau (Sutiaji) berkeinginan monggo bergabung. Kalau mau semua pintu terbuka,” tuturnya,
Dari tiga daerah di Malang Raya, baru Kota Batu yang mendapat rekom dari DPP PDI-P.
Sementara Kota Malang dan Kabupaten Malang belum mendapatkannya. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana