PAKISAJI - Gong persaingan menuju kursi Bupati Malang sudah ditabuh.
Sebagai salah satu partai politik (parpol) besar, PDIP menargetkan kemenangan Pilkada dengan 70-75 persen suara.
Sedangkan partai Golkar Konsolidasi penguatan saksi.
Tujuannya untuk mengawal perolehan suara.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto mengatakan, perolehan 352.407 suara atau 13 kursi merupakan modal utama bagi PDIP dalam memenangkan pasangan petahana H M. Sanusi-Lathifah Shohib (Salaf).
“Ada 38 kursi dari parpol yang bersama-sama mengusung Pak Sanusi. Jadi, seharusnya malah bisa sampai 80 persen,” ujar Didik di sela Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) di Hall Bounderland Waterpark, Pakisaji kemarin (15/9)
Parpol tersebut antara lain PKB dengan 291.288 suara atau 11 kursi, Gerindra dengan 255.939 suara atau delapan kursi, dan NasDem dengan 131.429 suara atau enam kursi.
Selain itu, juga ada tiga partai non-parlemen yang mengusung pasangan SaLaf.
Yakni PPP dengan 59.877 suara, PSI dengan 30.735 suara, dan Gelora dengan 13.166 suara.
Jika ditotal, mereka sudah mengumpulkan 1.134.811 suara atau 74,03 persen.
“Memang dimungkinkan ada pergeseran suara. Tapi melalui rapat koordinasi hari ini (kemarin, 15/9), kami mengingatkan dan mengajak kembali agar seluruh struktural tegak ke DPP,” kata Didik.
Sehingga, ribuan struktural PDIP dapat terus gencar mengajak masyarakat mendukung dan memenangkan pasangan Salaf.
Selain itu, ntuk memenangkan SaLaf, Didik menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi sekaligus mengajak paslon bersama struktural partai untuk turun ke lapangan.
Setidaknya mulai hari ini kegiatan itu sudah bisa dimulai.
Sehingga mereka dapat segera menyampaikan kepada warga bahwa pada 27 November 2024 depan akan dilaksanakan Pilkada.
Dan PDIP berpartisipasi dalam kontestasi politik tersebut.
Di tempat terpisah, Golkar menggelar Deklarasi Pemenangan Calon Bupati dan WakilB upati Malang digelar di Hotel Mirabell, Desa Ngadilangkung, Kepanjen (15/9).
Mereka merapatkan barisan untuk memenangkan pasangan Gunawan-Umar Usman.
Melalui deklarasi tersebut, Partai Golkar menggerakkan mesin organisasinya.
Mulai dari tingkat Kabupaten Malang hingga kelompok penggiring (pokring) diMmasing-masing RW.
”Jika semua bergerak, Insyaallah kami akan memenangkan pasangan Abah Gunawan dan Dokter Umar,” ujar Tim Pemenangan Gunawan-Umar Usman, Sudarman.
Pada Pilkada 2024, mereka tak menentukan secara spesifik target suara.
Yakni menargetkan kemenangan untuk Abah Gunawan dan dr Umar Usman.
Apabila suara biasa mencapai 60 persen, maka hal tersebut dinilai sebagai pencapaian yang lebih baik.
”Target kami menang dan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati,” tambahnya.
Sudarman mengungkapkan, Partai Golkar sudah memiliki saksi paten yang digunakan di setiap Pilkada.
Para saksi tersebut telah disiapkan untuk mengamankan suara Gunawan dan dr Umar Usman, sampai penetapan calon terpilih.
Dia mengatakan, Partai Golkar merupakan partai pertama yang dituju oleh Gunawan saat mencari dukungan.
Menurut Gunawan, Partai Golkar telah membantunya mencarikan dukungan dari partai lain.
”Alhamdulillah akhirnya tembus sampai 12 kursi,” kata Gunawan.
Pria asal Kecamatan Gondanglegi ini menegaskan, ia akan membuat terobosan-terobosan sehingga Kabupaten Malang bisa menjadi lebih baik.
Dengan kekayaan alam yang ada, ia menilai semestinya Kabupaten Malang bisa menjadi destinasi wisata yang populer seperti Kota Batu.
“Memang butuh seorang pemimpin yang mempunyai jiwa inovasi, kreatif, enterpreneur,” jelasnya. (iza/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana