Soal LHKPN Calon Wali Kota Malang, Laporan Kekayaan Abah Anton Tertinggi
Fathoni Prakarsa Nanda• Rabu, 25 September 2024 | 00:37 WIB
Grafis kekayaan para pasangan calon.
Berdasar Pengumuman LHKPN di Laman KPK
MALANG KOTA – Delapan pasangan calon (paslon) sudah dinyatakan memenuhi syarat untuk bersaing pada Pilkada Serentak 2024 di Malang Raya.
Dua paslon untuk Kabupaten Malang, tiga paslon untuk Kota Malang, dan tiga paslon untuk Kota Batu.
Mereka juga sudah menyerahkan laporan harta kekayaan dan diunggah di situs milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Calon Wali Kota Malang M. Anton atau Abah Anton memiliki kekayaan tertinggi, mencapai Rp 123 miliar.
Anton berpasangan dengan Dimyati Ayatullah dan memopulerkan julukan Abadi.
Jika digabungkan, harta kekayaan mereka mencapai Rp 162,2 miliar.
Terdiri dari harta Anton Rp 123 miliar dan Dimyati Rp 32,2 miliar.
Kekayaan terbanyak Anton berupa tanah dan bangunan.
Total ada 45 aset yang nilainya mencapai Rp 147 miliar.
Kemudian kendaraan senilai Rp 2,2 miliar dan kas atau setara kas Rp 2 miliar.
Sedangkan total utangnya Rp 27 miliar.
”Itu semua sudah tercantum di LHKPN,” ujar Anton saat dikonfirmasi.
Di bagian lain, Dimyati melaporkan kepemilikan aset tanah dan bangunan senilai Rp 32 miliar.
Kemudian kendaraan senilai Rp 265 juta dan kas atau setara kas Rp 500 juta.
SALAM JARI: Wahyu Hidayat mengangkat satu jari karena mendapat nomor urut satu. Heri Cahyono mengangkat dua jari sesuai nomor urut yang dia dapat. Sedangkan M. Anton menunjukkan tiga jari
”Dengan pelaporan ini membuktikan kami taat pajak,” jelas Dimyati kepada wartawan Jawa Pos Radar Malang.
Sementara itu, gabungan harta paslon Heri Cahyono - Ganis Rumpoko (Sam HC - Ganis) Rp 39 miliar.
Terdiri dari harta Sam HC Rp 29 miliar dan Ganis Rp 10 miliar.
Harta terbanyak Sam HC berupa aset senilai Rp 16 miliar.
Kemudian surat berharga Rp 9,5 miliar, kas dan setara kas Rp 3,3 miliar, serta kendaraan senilai 410 juta.
”Ada penambahan dari LHKPN sebelumnya karena ada aset tanah perusahaan yang harus atas nama saya,” beber Heri.
Ganis Rumpoko mengatakan, harta kekayaannya saat ini sekitar Rp 10 miliar.
Namun laman KPK belum mencantumkan harta kekayaan Ganis sebagai syarat maju pilkada.
Yang ada adalah kekayaan Ganis pada saat mendaftar calon anggota DPRD Kota Batu.
Nilainya Rp 7,7 miliar.
Untuk paslon Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin, laman KPK masih menunjukkan laporan kekayaan pada posisi sebelumnya.
Yakni, Wahyu Hidayat saat menjabat Pj Wali Kota Malang dan Ali Muthohirin ketika menjadi direksi PT Adhi Karya Beton (anak perusahaan BUMN).
”Harta kekayaan kami sudah tercantum di laman KPK,” ujar Ali saat dikonfirmasi.
Berdasar data itu, gabungan harta keduanya mencapai Rp 4,3 miliar.
Kekayaan Wahyu Hidayat dari aset tanah dan bangunan senilai Rp 1,4 miliar.
Selanjutnya kendaraan Rp 190 juta dan kas atau setara kas Rp 1,2 miliar.
Sedangkan kekayaan Ali Muthohirin berupa tanah senilai Rp 1 miliar, kendaraan Rp 561 juta, dan kas Rp 95 juta.
Penantang Lebih Kaya Di Kabupaten Malang, calon bupati Gunawan Wibisono yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur memiliki harta kekayaan tertinggi.
Dengan rincian, tanah dan bangunan senilai Rp 5,49 miliar, alat transportasi dan mesin senilai Rp 640 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp 400 juta.
Jika ditotal, harta kekayaannya senilai Rp 6,53 miliar.
Tapi dia juga melaporkan memiliki utang senilai Rp 60 juta.
”Insya Allah pelaporan saya dan dr Umar sudah sesuai,” ujar Gunawan kemarin (23/9).
Umar Usman yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang melaporkan kekayaan sekitar Rp 3,38 miliar.
Terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 3,10 miliar, alat transportasi dan mesin senilai Rp 248,10 juta, harta bergerak lainnya Rp 5,15 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp 30,42 juta.
Dia juga tercatat memiliki utang senilai Rp 1,08 miliar.
Kekayaan yang paslon yang mengenalkan diri dengan akronim Gus itu lebih tinggi dibanding bupati petahana.
Nilai harta kekayaan yang dilaporkan Sanusi sebesar Rp 2,37 miliar.
Berupa tanah dan bangunan senilai Rp 634 juta, alat transportasi dan mesin senilai Rp 550 juta, kas dan setara kas senilai Rp 1,19 miliar.
Sanusi mengatakan laporan itu sudah sesuai dengan fakta.
”Insya Allah, baik punya saya dan Bu Lathifah sudah sesuai,” kata Sanusi.
Lathifah Shohib yang sempat menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 dan 2019-2020 melaporkan kekayaan mencapai Rp 2,80 miliar.
Dengan rincian tanah dan bangunan senilai Rp 1,7 miliar, alat transportasi dan mesin senilai Rp 125 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp 56,60 juta, kas dan setara kas senilai Rp 881,60 juta, serta harta lainnya senilai Rp 40 juta.
Namun dia juga memiliki utang Rp 100 juta.
KD Tertinggi di Kota Batu Sebagai diva musik Indonesia sekaligus mantan anggota DPR RI, Kris Dayanti (KD) memiliki kekayaan terbanyak pada Pilkada Kota Batu.
Nilai yang dilaporkan mencapai 34,3 miliar.
Harta tersebut terbagi menjadi tanah dan bangunan Rp 25,5 miliar, sarana transportasi Rp 3,4 miliar, dan harta bergerak lainnya sebanyak Rp 1,4 miliar.
Ada pula surat berharga Rp 700 juta, kas sebanyak Rp 1,05 miliar.
Pasangan KD, yakni Kresna Dewanata Phrosakh, melaporkan total kekayaan Rp 6,43 miliar.
Terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 4,68 miliar, sarana transportasi Rp 980 juta, kas senilai Rp 768 juta, dan harta lain sebanyak Rp 6,4 miliar.
Tapi Dewa juga memiliki utang sebesar Rp 2,02 miliar.
Dari pasangan dengan akronim Guru, Firhando Gumelar melaporkan total kekayaan mencapai 8,28 miliar.
Terdiri dari tanah dan bangunan Rp 1,89 miliar, alat transportasi Rp 837 juta, dan harta bergerak lainnya Rp 75 juta.
”Mas Gum juga memiliki kas sebesar Rp 5,4 miliar dan utang Rp 125 juta,” jelas salah satu perwakilan tim Gumelar-Rudi, Alief Sambogo.
Sedangkan H Rudi melaporkan total kekayaan 3,13 miliar.
Harta tersebut berupa tanah dan bangunan sebanyak Rp 2,9 miliar, alat transportasi Rp 54 juta, harta bergerak lainnya Rp 40 juta, dan kas senilai Rp 43,7 juta.
Rudi juga tercatat memiliki utang Rp 242,9 juta.
Terakhir, gabungan harta pasangan Cak Nur- Heli mencapai Rp 3,07 miliar.
Nilai kekayaan Nurochman yang dilaporkan sebesar 1,98 miliar.
Nilai terbesar berupa tanah dan bangunan Rp 1,63 miliar, alat transportasi dan mesin Rp 249 juta, dan kas atau setara kas Rp 104 juta.
”Untuk utang, Alhamdulillah sudah bisa saya lunasi. Sehingga sekarang tidak memiliki utang,” ujarnya.
Di sisi lain, Heli Suyanto melaporkan kekayaan sebesar Rp 1,09 miliar.
Harta tersebut terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 2,3 miliar, kemudian alat transportasi Rp 350 juta, dan kas sebanyak Rp 11,7 juta.
Tapi Heli juga memiliki utang Rp 1,56 miliar. (adk/yun/sif/fat)