Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Paslon Pilkada 2024 Malang Raya Kompak Siapkan Makna Nomor Urut

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 25 September 2024 | 00:36 WIB
YAKIN MENANG: Calon Bupati Malang Sanusi mengangkat angka satu, sementara Gunawan yang menjadi lawannya mengangkat angka dua setelah pengundian nomor urut kemarin (23/9).
YAKIN MENANG: Calon Bupati Malang Sanusi mengangkat angka satu, sementara Gunawan yang menjadi lawannya mengangkat angka dua setelah pengundian nomor urut kemarin (23/9).

MALANG KOTA – Pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) Pilkada 2024 dilakukan kemarin (23/9).

Berapa pun nomor yang didapat paslon, mereka sudah menyiapkan pemberian makna tersendiri. 

Termasuk cara menunjukkan nomor itu menggunakan jari tangan.

Hasil pengundian oleh KPU Kota Malang menempatkan paslon Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin (Wali) pada nomor urut satu.

Heri Cahyono-Ganis Rumpoko (Sam HC-Ganis) nomor urut dua.

Moch. Anton dan Dimyati Ayatullah mendapat nomor urut tiga.

Pengundian berlangsung meriah.

Tiap paslon diantar sekitar 50 pendukung.

Mereka memiliki cara yang berbeda-beda saat menunjukkan dukungan.

Misalnya, pendukung Anton-Dimyati membawa balon tepuk seperti yang biasa digunakan penonton badminton.

Di bagian lain, pendukung Sam HC-Ganis lantang meneriakkan yel-yel Lupakan Mantan Ono sing Anyar.

Sementara pendukung Wahyu-Ali datang meriah dengan pamflet dan topeng wajah Wahyu Hidayat yang mereka kenakan.

Setelah mendapat nomor urut 1, Wahyu yakin angka itu akan menjadi keberuntungan bagi pihaknya.

Menurutnya, nomor satu pasti menjadi yang terbaik.

Sehingga masyarakat harus memilih angka tersebut.

”Pasti yang menjadi pemenang ini nomor satu. Ini sesuai doa yang diharapkan 14 partai pendukung saya,” terang Wahyu.

Calon wali kota nomor urut 2 Heri Cahyono menyampaikan, angka yang mereka dapat merupakan nomor cantik.

Dari awal yang baik itu, Sam HC meyakini pihaknya akan menang.

”Setelah pengundian ini, kami langsung pasang APK. Nanti untuk kampanye kami akan paparkan program pengembangan SDM,” jelas Heri.

Sementara Moch. Anton mengatakan bahwa nomor urut tiga identik dengan metal.

Singkatannya bisa menang total.

Dengan angka tersebut, Anton yakin bisa kembali memimpin Kota Malang.

”Banyak permasalahan yang akan kami selesaikan dengan program yang sudah dirancang. Misalnya masalah banjir, kemacetan dan ekonomi kerakyatan,” tandasnya.

Pengundian nomor urut juga dilakukan KPU Kabupaten Malang kemarin (23/9).

Paslon Sanusi dan Lathifah Shohib (SaLaf) mendapat nomor urut 1, sedangkan Gunawan Wibisono dan dr Umar Usman (Gus) mendapat nomor urut 2.

Pengundian dilakukan dua tahap.

Pertama, para calon wakil bupati mengambil bola di dalam fish bowl yang berisi angka 1-10.

“Bagi yang mendapatkan nomor terkecil dapat mengambil nomor urut terlebih dahulu,” ujar Ketua KPU Kabupaten Malang Abdul Fatah.

Lathifah memperoleh nomor 3 dan Umar nomor 5.

Sehingga, paslon SaLaf mengambil nomor urut terlebih dahulu.

Kemudian Sanusi mengambil tabung yang berisi nomor urut dan disusul dengan Gunawan.

Setelah dibuka bersama-sama, Sanusi mendapatkan nomor urut 1 dan Gunawan mendapatkan nomor urut 2.

Nomor urut tersebut kemudian dipasang di mock up surat suara yang berisi foto kedua paslon.

Sanusi mengatakan, mendapatkan nomor urut satu serasa lebih dekat dengan kemenangan.

”Saya kebetulan dapat nomor satu terus. Dulu juga nomor satu, sekarang nomor satu. Nomor satu biasanya pemenang,” ujar bupati petahana itu.

Optimisme juga diungkapkan Gunawan Wibisono.

Dia menilai angka dua merupakan penyempurna dan pelengkap yang sudah ada.

“Angka dua merupakan angka lengkap. Karena bagaimanapun, kita hidup ini berpasangan. Ada langit dan bumi, ada laki-laki dan perempuan, jadi saling melengkapi,” tandasnya. (adk/yun/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pilkada 2024 #paslon #Siapkan #kompak #nomor urut #makna