Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sarapan Soto Bersama Sopir Angkutan Kota Malang, Begini Cara Emil Dardak Tindaklanjuti Aspirasi Pengemudi Angkot

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 15 Oktober 2024 | 04:16 WIB
Emil Dardak (kiri) di dalam angkot Kota Malang dan mendengar keluhan sopir
Emil Dardak (kiri) di dalam angkot Kota Malang dan mendengar keluhan sopir

MALANG – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, sarapan bersama para sopir angkot di Stasiun Kota Malang, Senin (14/10).

Sembari makan, Emil juga mendengarkan aspirasi para sopir angkot.

Dia menampung aspirasi terkini angkutan umum di tengah persaingan dengan kendaraan online.

Emil Dardak juga menerima informasi soal berkurangnya minat pada angkot akibat program bis sekolah.

Emil menyoroti keluhan sulitnya sopir angkot plat kuning individu mendapatkan insentif pajak kendaraan.

Sopir angkot yang tidak tergabung dalam koperasi mengaku tidak menerima insentif itu.

Para sopir berharap insentif tersebut bisa diperluas.

“Ini tentu menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan ya teman-teman. Terutama bagi sopir plat kuning yang beroperasi sendiri. Kita harus bantu,” ujar Emil.

Selain itu, Emil juga mengkhawatirkan keamanan siswa yang memilih naik motor ke sekolah tanpa SIM.

Ia berharap ada kerja sama lebih erat antara sekolah dan kepolisian untuk menertibkan hal ini.

“Bahaya sekali jika anak-anak sekolah yang tidak punya SIM mengendarai motor. Mereka bahkan sering parkir jauh dari sekolah agar tidak ketahuan. Ini berisiko sekali,” kata Emil.

Emil juga membahas soal program Trans Jatim bersama sopir.

Emil menjelaskan pola “BTS” (Buy the Service) pada para sopir.

Pola itu diadopsi pemerintah untuk membeli layanan transportasi dari operator angkutan umum.

Tujuannya adalah mengurangi praktik ngetem dan meningkatkan kenyamanan penumpang.

Photo
Photo

Namun, Emil menekankan bahwa tidak semua wilayah bisa diperlakukan sama.

“Kita harus lihat secara kasuistik. Rute-rute harus dipetakan agar tidak saling bersaing dan pangsa pasar tetap luas,” tambahnya.

Emil menutup pertemuan dengan menekankan pentingnya pembenahan sektor transportasi di Kota Malang.

Terutama sebelum mengenalkan model transportasi baru.

Menurutnya, saat ini masih banyak tantangan yang harus diselesaikan bersama demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

"Ya tentu harus kita benahi bersama sebelum memperkenalkan sebuah model transportasi tambahan," pungkas Emil.(*)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#malang #sopir angkot #emil dardak