SURABAYA - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak unggul dalam debat Pilgub Jatim, Sabtu (19/10).
Keduanya memaparkan capaian lima tahun pemerintahan, serta program masa depan dengan percaya diri di Graha Unesa.
“Saya dan Mas Emil menyampaikan terima kasih hari ini Jawa Timur sudah menjadi lumbung pangan nasional. Produksi padi kita tertinggi. Daging kita tertinggi nasional. Produksi Sektor perikanan tangkap kita juga tertinggi, Ini menjadi bukti bahwa petani nelayan dan peternak kita telah bekerja keras luar biasa,” kata Khofifah.
Baca Juga: Masuk 500 Muslim Berpengaruh Dunia 2025, Khofifah Bersanding dengan Megawati dan Jokowi
Selain itu, investasi Jatim 2023 adalah yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.
“Pembangunan di Jatim berlangsung inklusif. Ditunjukkan dengan angka pengangguran Jatim yang jauh di bawah rerata nasional. Ini artinya Jawa Timur siap untuk menjadi gerbang baru nusantara,” tegas Khofifah.
Khofifah juga menyoroti bahwa pembangunan di Jatim berjalan inklusif, mencerminkan pengangguran rendah.
Bersama Emil, mereka bertekad menjadikan Jatim juara dan berprestasi dalam lima tahun ke depan.
“Kami sudah memberikan BOP PAUD se Jatim. Di pemerintahan kami, kami juga berikan Bosda Masdin, karena banyak warga masyarakat kita yang setelah lulus sekolah dasar melanjutkan ke madrasah diniyah,” tegas Khofifah.
Untuk penguatan pendidikan SMA/SMK, Khofifah menyiapkan sekolah taruna di beberapa lokasi.
Contohnya SMAN Taruna Brawijaya, SMAN Taruna Bhayangkara dan juga SMAN Taruna Madani, dan banyak lagi.
Di Madura, banyak infrastruktur dibangun untuk meningkatkan konektivitas masyarakat kepulauan.
“Kami sudah melakukan pembangunan pelabuhan Jangkar untuk memuliakan masyarakat Madura Kepulauan. Pelabuhan ini ada di Situbondo namun melayani perjalanan ke berbagai daerah di Madura kepulauan,” kata Khofifah.
Tidak hanya itu, mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini menegaskan pula bahwa selama lima tahun periode pertama ia juga membangun pelabuhan Dungkek di Kabupaten Sumenep.
Kemudian Khofifah-Emil juga membangun pelabuhan di Gili Iyang dan melakukan renovasi pelabuhan di Masalembu.
“Jadi kami sudah melakukan, bukan hanya akan. Itu semua kami lakukan untuk membangun koneksitas masyarakat Madura dan kepulauan Madura,” tegas Khofifah.
Khofifah juga menegaskan bahwa Pemprov Jatim pada eranya bekerja sama dengan PLN telah membangun PLTS di 22 pulau di Kepulauan Sumenep.
“Harapan kami adalah mereka terkoneksi powerplan, mereka terkoneksi perhubungan lewat laut,” ujarnya.
Begitu juga di bidang kesehatan.
Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Khofifah-Emil, rutin mengirimkan kapal untuk melayani kesehatan warga kepulauan Madura.
“Satu tahun kami kirim empat kali kapal yang membawa sejumlah dokter spesialis untuk kemudian memberikan layanan-layanan pengobatan bagi warga Madura yang tinggal di kepulauan,” ujar Khofifah.
Pun begitu di masa kemarau, Khofifah menjelaskan bahwa Pemprov Jatim di masa kepemimpinannya selalu mengirim air bersih bagi warga di kepulauan sepeti di Masalembu dan juga Kangean.
Pengiriman air bersih biasanya dilakukan dengan menggunakan KRI milik TNI AL.
“Itulah cara kami memuliakan masyarakat Jawa Timur,” pungkas Khofifah.
Di bidang kesehatan, komitmennya dalam menurunkan angka penyakit kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.
Khofifah menegaskan bahwa di periode pertama, Khofifah-Emil memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan layanan kesehatan di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Pemprov Jatim sudah mengirim perawat di seluruh desa di Jatim. Sehingga saat ini, Ponkesdes di Jatim sudah didampingi oleh perawat yang dikirim oleh Pemprov,” tegas Khofifah.
Tidak hanya itu, sejauh ini Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Khofifah telah meluncurkan program deteksi dini bagi masyarakat.
Tujuannya agar penanganan penyakit jantung, kanker dan juga stroke di Jatim bisa dilakukan cepat dan tepat.
Karena, beberapa kasus keberhasilan penanganan penyakit ini adalah masalah kecepatan penanganan.
Saat jadi gubernur, Khofifah sudah siapkan stroke center di RSUD Dr Soetomo dan di rumah sakit tipe A Pemprov.
"Lalu ada Onkologi Center. Artinya upaya promotif rehabilitasi sudah kami siapkan. Namun tentu harapan kami masyarakat Jatim semuanya sehat,” tegas Khofifah.
Cawagub Jawa Timur Nomor Urut 2 Emil Elestianto Dardak juga tampil sangat baik.
Ia mampu menjawab pertanyaan tema debat dari panelis maupun paslon lain dengan menyajikan data capaian yang telah dilakukan selama ini.
Salah satunya terkait masalah pengangguran dari kalangan lulusan SMK.
Sebagaimana diketahui, angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jatim di tahun 2023 adalah 3,74 persen.
Dengan tegas Emil menegaskan bahwa tidak semua lulusan SMK menganggur.
Emil menegaskan bahwa tolok ukurnya berbeda dalam memperoleh data pekerjaan lulusan SMK.
Bahwa banyak yang masih menghitung angka pengangguran dengan menghitung berdasarkan jam kerja 8 jam.
“Padahal sekarang pekerja kreatif banyak lulus dari SMK kita yang kemudian jadi freelancer. Bahwa tenaga kerja tidak hanya yang karyawan. Karena sekarang eranya adalah gig economy,” ujar Emil Dardak.
Di era gig economy, anak muda cenderung lebih suka sebagai pekerja lepas yang memiliki jam kerja lebih fleksibel dan juga tidak terikat.
Namun mereka berpenghasilan dan melakukan kerja-kerja kreatif.
“Dan pemprov jatim adalah provinsi pertama yang menyajikan solusi untuk gig economy. Kami mencomblangi antara klien dan user dan itu banyak dari teman teman lulusan SMK,” tegas Emil Dardak.
Program yang dilakukan tersebut adalah Millenial Job Center yang dilakukan di lima bakorwil di Jawa Timur.
Di sini anak muda diberikan kursus keahlian yang kemudian didampingi oleh tutor.
Sehingga mereka siap untuk menerima project yang sesuai dengan keahlian mereka.
Tak hanya itu, dalam debat Emil Dardak juga berhasil dengan baik menyampaikan komitmen dalam mewujudkan transformasi digital untuk mengungkit ekonomi Jatim.
“Transformasi digital adalah keniscayaan yang harus dihadapi oleh semua. Banyak momen saat saya melakukan dialog dengan anak anak muda, mereka menyampaikan ingin agar usahanya terafilisasi dengan marketplace digital,” tegasnya.
Emil menegaskan bahwa pihaknya telah menciptakan program yang komprehensif bagi UMKM untuk bisa melakukan transformasi digital.
Yakni dengan membentuk pasukan transformasi digital.
Ada hampir 10 ribu UMKM yang siap untuk menjadi percontohan bagi jutaan UMKM lainnya.
Transformasi digital telah membuat mereka mempunya foto produk yang lebih layak jual, lebih menarik.
"Karena kalau jualan di marketplace digital masyarakat tidak bisa incip, memegang maupun mencium aroma produk. Sehingga harus diciptakan daya tarik visual bagi produk UMKM kita,” tegas Emil Dardak.
“Nah ini dulu hanya bisa dilakukan oleh agensi besar. Hari ini sudah bisa dilakukan oleh anak anak muda Jatim yang hebat, bukan hanya di kota kota besar. Tapi di Madura, di Madiun, Bojonegoro, di Jember. Mereka sudah bisa melakukan tranformasi digital untuk UMKM yang ada di Jawa Timur,” tegasnya.(*)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana