MALANG KOTA - Tiga calon Wali Kota Malang sama sama didampingi istrinya saat menyalurkan hak pilihnya, kemarin (27/11).
Mereka juga punya ’ritual’ khusus sebelum berangkat ke tempat pemungutan suara (TPS).
Ada yang nyekar ke makam keluarganya.
Satu calon meminta restu ke orang tuanya.
Seperti dilakukan calon Wali Kota Malang nomor urut satu Wahyu Hidayat.
Sebelum beranjak menuju TPS 20 di Jalan Nusa Indah Nomor 9, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, dia menyambangi makam kedua orang tuanya.
”Sebelum nyoblos saya nyekar ke makam bapak dan ibu di Kasin,” kata dia.
Mengenakan pakaian bernuansa putih, Wahyu didampingi sang istri Hanik Andriani Hidayat.
Sesampainya di TPS, mantan Pj Wali Kota Malang itu menyempatkan diri untuk menyapa warga.
Setelah coblosan, bersama tim pemenangan Wahyu melakukan pemantauan hasil pilkada di rumah pemenangan.
Yakni di Jalan Ijen Nomor 46, Kecamatan Klojen.
Sementara itu, calon wakil wali kota nomor urut satu Ali Muthohirin mencoblos di TPS dekat kediamannya.
Yakni TPS 30 Jalan Puncak Borobudur 1, Kecamatan Blimbing.
Sama dengan Wahyu, calon wali kota nomor urut dua Heri Cahyono juga didampingi Diana, istrinya, saat memberikan hak pilihnya di TPS 12 Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru.
Sebelum ke TPS, dia terlebih dahulu mengunjungi makam almarhum kakaknya yang berada di Jalan Balean Barat, Lowokwaru.
Dia memastikan bakal menerima apapun hasil Pilkada 2024.
”Bismillah, hasilnya pasti yang terbaik bagi kami,” kata dia.
Setelah mencoblos Sam HC sapaan akrabnya mengaku ingin bersantai.
”Nanti siang ke posko di Jalan Danau Kerinci,” imbuhnya.
Dia menyebut bila di Kantor DPC PDIP terdapat perhitungan real count dan quick count.
Sementara itu, dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, calon wali kota nomor urut tiga Moch. Anton menyalurkan hak pilihnya di TPS 02 Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru sekitar pukul 10.00.
Abah Anton datang bersama istrinya, Dewi Farida Suryani.
Mereka berjalan bersama ke TPS yang lokasinya hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah.
Sebelum beranjak ke TPS, Anton meminta doa kepada keluarganya.
Termasuk ibu mertuanya yang bernama Riati.
Dia sampai mendapat doa dan dilangkahi sebanyak tujuh kali oleh Riati.
Anton berharap bisa mengetahui hasil secepatnya.
Dia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang selama tiga bulan terakhir turut berpartisipasi dalam Pilkada.
”Ini menjadi penentuan selama lima tahun ke depan. Semoga masyarakat memilih pemimpin yang bisa membawa perubahan,” kata dia.
Sementara itu, calon wakil wali kota nomor urut tiga Dimyati Ayatullah melakukan pencoblosan di TPS 13 Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru.
Lokasinya di SMA Islam Nusantara (SMAINUS) Wahid Hasyim.
Dimyati datang sekitar pukul 09.00 didampingi istrinya, Ettyk Kusuma Wardhani.
Juga ada tiga anaknya yang bernama Naufal Fahriza, Alya Ashilla, dan Arshad Dzakiy.
Ettyk bersama Naufal dan Alya turut mencoblos.
Sebelum menggunakan hak pilihnya, Dimyati terlebih dulu melakukan ziarah ke makam ayah nya, almarhum Mochamad Fadil.
Dia juga berkunjung ke rumah ibu kandungnya, Arlifah di Kelurahan Mergosono untuk meminta doa restu.
”Tidak lupa salat duha juga,” imbuh nya.
Setelah pencoblosan, Dimyati memantau proses perhitungan suara bersama tim di media center. (adk/dur/mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana