PAKISAJI - Setelah pemungutan suara di Kabupaten Malang berlangsung, tahap selanjutnya adalah pendistribusian logistik surat suara.
Pendistribusian tersebut lah yang diamankan untuk mengantisipasi kecurangan di Kabupaten Malang.
Pendistribusian di Kabupaten Malang dilakukan bertahap.
Setelah rekapitulasi di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS), kotak suara didistribusikan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan dilanjutkan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Tantrib) Kecamatan Pakisaji Ikhwan Bashori mengatakan, terdapat empat orang yang bertugas untuk pengamanan di PPK.
Mulai dari trantib kecamatan, Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polres Malang, Polsek Pakisaji, hingga Koramil Pakisaji.
“Area ini memang harus steril selama 24 jam. Jadi kami bergantian menjaga keamanan di PPK ini. Pengecekan juga dilakukan secara berkala,” ujarnya saat ditemui kemarin.
Sebab, dia melanjutkan, logistik tersebut juga berisi hasil penghitungan surat suara dari TPS yang harus dijaga.
Hal tersebut untuk mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan.
Seperti kehilangan, bahkan perubahan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dia juga memaparkan, di Pakisaji terdapat 12 desa yang terbagi menjadi 132 TPS.
Semua logistik sudah masuk ke tempat penyimpanan PPK untuk selanjutnya dilakukan penghitungan.
“Penghitungan akan dimulai lusa (besok, 30/11) di tingkat kecamatan,” kata Ikhwan.
Untuk diketahui, logistik untuk PPK Pakisaji mulai didistribusikan KPU Kabupaten Malang pada Sabtu (23/11) lalu.
Pendistribusian dilakukan dengan 1 tronton wingbox pada pukul 11.00.
Kemudian, logistik yang berupa kotak suara, surat suara, hingga bilik suara itu didistribusikan ke PPS hingga TPS pada Selasa (26/11).
“Logistik tiba di TPS setelah magrib, kemudian sekitar pukul 21.00 perakitan sudah tuntas semua,” imbuhnya.
Sebab, petugas KPPS sudah berpengalaman.
Selain itu, jumlah kontestan pada pilkada juga lebih sedikit dibandingkan pemilu 2024 lalu. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana