Era Pandemi, LP2M UM Upgrade Skill Pustakawan LP Maarif NU

Shuvia Rahma • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2020 | 03:37 WIB
Salah satu oemateri dari LP2M UM, Setiawan SSos MIP memberikan materi kepada para pustawakan.
Salah satu oemateri dari LP2M UM, Setiawan SSos MIP memberikan materi kepada para pustawakan.
KOTA MALANG – Sebanyak 38 pustakawan dari instansi pendidikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan Nahdatul Ulama (LPNU) Maarif se Malang Raya, hari ini (9/8) mengikuti pelatihan perpustakaan sekolah bertajuk ‘Peningkatan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Bagi Lembaga Pendidikan NU Maarif Se Malang Raya’ yang digelar oleh Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Negeri Malang dengan pendanaan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) serta bekerjasama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kota Malang.

Dalam kegiatan yang digelar di kantor PCNU Kota Malang dan dibuka oleh Sekretaris LP2M UM, Dr Ahmad Munjin Nasih SPd MAg, para pustakawan dari MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA/SMK tersebut mendapatkan materi pelatihan, mulai dari klasifikasi buku, manajemen perpustakaan sekolah, hingga digitalisasi perpustakaan. Materi tersebut disampaikan oleh Moh Safii SKom MHum, Dr Moch Syahri SSos MSi, dan Setiawan SSos MIP.

Ketua Pelaksana Pelatihan Perpustakaan Sekolah, Moh Safii SKom MHum menjelaskan, pelatihan diberikan kepada para pustakawan agar pengelolaan perpustakaan di lingkungan sekolah, khususnya di bawah naungan LPNU bisa sesuai standarisasi yang berlaku.

“Misalnya saja untuk klasifikasi, diperlukan agar koleksi buku bisa terorganisir dengan baik sehingga pencarian juga lebih mudah,” terang Safii.

Selain klasifikasi, digitalisasi perpustakaan juga penting untuk memudahkan entry data tanpa harus bertumpu pada satu pustakawan. “Sehingga misalnya pustakawan berhalangan masuk, perpustakaan tak perlu tutup karena semua sudah terdigitalisasi melalui aplikasi,” terang dia.

Safii menuturkan, kegiatan pada hari ini merupakan trigger untuk selanjutnya dilakukan monitoring. Di awal, ia menargetkan, para pustakawan bisa melakukan entry data pada aplikasi perpustakaan digital. Selanjutnya LP2M akan memantau perkembangan kemampuan para pustakawan melalui pendampingan secara berkala.
Bendahara Lakpesdam, Abdur Rohim menambahkan, pihaknya menyambut baik kegiatan pelatihan tersebut. Ia menjelaskan, kegiatan sekolah yang belum pulih sepenuhnya akibat pandemi Covid-19 bisa dimanfaatkan para pustakawan untuk melakukan pembenahan perpustakaan.

“ Ada 89 sekolah maarif di Malang. Karena kondisi pandemi, tak semuanya bisa kita undang. Harapannya, dari 38 yang hadir hari ini bisa menularkan ilmunya, membagikan pengalaman dan pengetahuan ke pustakawan yang tidak bisa ambil bagian di kegiatan ini,” harapnya.



Foto: Fia
Penyunting: Fia Editor : Shuvia Rahma
um JPRM PCNU lp ma'arif nu lp2m um