Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tak Boleh Asal-asalan, Ini yang Harus Disiapkan Sekolah Tatap Muka

Editor : Hendarmono Al S. • Rabu, 19 Agustus 2020 | 00:29 WIB
JADI CONTOH: Kepala SMAN 2 Kota Malang Hariyanto di kantornya, Selasa (18/8). (Foto: Imam Nasrodin/Radar Malang)
JADI CONTOH: Kepala SMAN 2 Kota Malang Hariyanto di kantornya, Selasa (18/8). (Foto: Imam Nasrodin/Radar Malang)
MALANG KOTA - Wali Kota Malang Sutiaji ‘ngotot’ menggelar sekolah tatap muka di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Lalu apa yang harus disiapkan sekolah, siswa, dan orang tua siswa?

Kepala SMAN 2 Kota Malang Hariyanto yang sekolahnya hari ini (18/8) ditunjuk Pemprov Jatim untuk menerapkan pembelajaran tatap muka, menuturkan bahwa sekolah tatap muka tidak boleh hanya asal-asalan. Karena ada banyak tahap yang harus disiapkan, baik dari orang tua, siswa, dan sekolah sendiri.

“Pertama, harus ada surat persetujuan orang tua dulu. Kalau ada orang tua yang tidak setuju, harus difasilitasi dengan daring,” kata mantan Kepala SMAN 6 Malang ini, Selasa (18/8).

Tak hanya itu, Hariyanto melanjutkan, siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka harus bertahap. Dimana, tahap I maksimal 25 persen dari jumlah 1 tingkat, tahap II maksimal setengah dari 1 tingkat, tahap III setengah dari 2 tingkat, dan tahap IV setengah dari 3 tingkat.

“Harus diterapkan ganjil-genap. Bisa pakai sistem absensi siswa. Misal, hari Senin siswa absen genap, dan Selasa ganjil, dan seterusnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Hariyanto, guru juga harus menyiapkan dua sistem pembelajaran di kelas. Yaitu tatap muka dan daring. Karena guru harus mengajar siswa di sekolah dan rumah. “Jadi guru lebih sibuk. Makanya, gurunya harus disiapkan juga,” ungkap pria yang juga pernah bertugas di SMAN 3 Kota Malang ini.

Selain itu, dia menambahkan, sekolah juga harus memilih opsi kurikulum yang ditentukan pusat. Yaitu kurikulum nasional, kurikulum darurat, dan kurikulum mandiri.

“Kami pakai nasional dan mandiri. Ini harus disesuaikan dengan kondisi lapangan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakahumas SMAN 2 Kota Malang Nurul Firdaus menambahkan, sarana dan prasarana juga harus disiapkan sekolah sebelum dimulai pembelajaran tatap muka.

Seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, jarak kursi di kelas, bermasker, dan mengikuti berbagai petunjuk protokol kesehatan lainnya.

“Kelasnya juga harus dikasih jarak. Di tempat kami antara gedung satu dengan lainnya dikasih jarak,” imbuhnya.

Pewarta: Imam Nasrodin Editor : Editor : Hendarmono Al S.
#Wali Kota Malang #Kepala SMAN 2 #Sutiaji #Tak Boleh Asal-asalan #Kota Malang #sekolah tatap muka