Ada program kreatif digagas warga Dusun Krajan, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau. Namanya Tomat Estu (Cantolan Bermanfaat Sumbersekar Bersatu). Sayangnya, program ini sempat mandek. Lewat program UIN Mengabdi, program ini ”dihidupkan” lagi.
Puluhan bungkus sembako dan makanan siap saji terpajang di pinggir jalan Dusun Krajan. Itu bukan milik pedagang sayur yang sedang berjualan. Namun itu adalah sembako gratis yang boleh diambil siapa saja. Pemilik sembako dana makan bungkus itu adalah warga yang bersedekah. Jadi, itu memang disediakan secara gratis bagi warga yang melintas dan membutuhkan.
Itulah program Tomat Estu yang sudah ada sejak April lalu. Program ini dibuat untuk menyiasati adanya wabah pandemi ketika warga tidak bisa kerja ke luar rumah. Pendapatan warga menjadi merosot. Maka, warga yang berkecukupan secara ekonomi berinisiatif membuat program itu. Mereka secara suka rela menaruh sembako, kadang nasi goreng, mie goreng atau makanan lain di papan yang sudah disediakan itu.
Sayangnya, program ini tidak berjalan maksimal. Hanya sekitar satu bulan saja. Penyebabnya, ternyata warga yang mengambil sembako gratis itu tidak tertib. Ada yang mengambil banyak. Padahal moto dari program ini adalah: boleh ambil seperlunya boleh taruh seikhlasnya.Tak jarang warga dari luar Dusun Krajan juga datang mengambil seenanknya. Kenyataan itu yang membuat donator malas menyumbang lagi.
Nah, karena program Tomat Estu tak berjalan, tim UIN Mengabdi yang beranggotakan Ainatul Mardhiyah, M.Cs dan dr. Avin Ainur Fitrianingsih, M.Biomed tergerak menghidupkan lagi. Mereka koordinasi dulu dengan Kepala Dusun Krajan, Budiono dan Ibu Kepala Dusun, Fanda Livia Dewi. Tujuannya mengembalikan kepercayaan warga pada program tersebut.
”Maka tim kami memutuskan untuk membantu memberi sumbangan cantolan di Tomat Estu dan lebih mendisiplinkan teknik pengambilannya,” terang Ainatul Mardhiyah.
Agar pengambilan tertib, tim UIN bekerjasama dengan petugas perwakilan masing-masing RT. Tugasnya menertibkan pengambilan. Dari situ, donatur kembali aktif membantu program tersebut. ”Akhirnya kami berhasil menggalakkan program itu kembali dan kami berharap warga tetap antusias membantu perekonomian warga yang dirasa membutuhkan,” tandas Ainatul.
Selain program tersebut, aktivitas UIN Mengabdi berupa sosialisasicara pencegahan Covid-19 dan praktek pembuatan hand sanitizer sesuai standar WHO. Metode yang digunakan adalah edukasi dengan membagikan buku saku pencegahan Covid-19 dan pertemuan langsung dengan kader PKK di Dusun Krajan, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang serta pembagian masker. Antusias peserta yang diwakili ibu-ibu kader PKK dan ibu ketua RT beserta ibu Kepala Dusun Krajan (Fanda). Masing-masing peserta perwakilan dari 8 RT tersebut diberikan masker dan handsanitizer agar dibagikan ke warga RT tersebut. Editor : Shuvia Rahma