Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Latih Bertani Modern, UIN Mengabdi Ajari Sistem Hidroponik-Akuaponik

Shuvia Rahma • Kamis, 8 Oktober 2020 | 13:49 WIB
Tim dosen UIN melatih cara menanam sayuran dengan sistem akuaponik medio September lalu. (UIN Malang for Radar Malang)
Tim dosen UIN melatih cara menanam sayuran dengan sistem akuaponik medio September lalu. (UIN Malang for Radar Malang)


Ketahanan pangan menjadi salah satu ancaman kala pandemi ini. Namun, para dosen UIN yang menjadi peserta program UIN Mengabdi di Desa Tlekung, Junrejo, Kota Batu, telah mengantisipasinya.


Photo
Photo
Program Qoryah Thoyyibah UIN Malang



Sumari, ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Bumi Makmur Desa Tlekung, berkali-kali menyampaikan terima kasih. Karena anggota kelompoknya belajar banyak ilmu baru. Mulai teknik penumbuhan benih, pemindahan bibit, hingga setting akuaponik sistem DFT dan NFT. Serta ada pemilihan bibit lele, manajemen pembersihan kolam, serta bagaimana proses panen hingga pemasarannya. Juga ada materi pembuatan hidroponik dan akuaponik.
Ilmu baru itu diberikan tim dosen UIN yang beranggotakan Mujahidin Ahmad MSc, Asymuni Hasyim MSi, M. Islahul Mukmin MSi MPd, dan Shinta MSi pada pelatihan pada pertengahan September lalu. ”Kami berharap program serupa dapat terus diadakan dan perlu adanya pendampingan hingga benar-benar berhasil dan mengangkat ekonomi masyarakat setempat,” ungkap Sumari.
Dalam pelatihan tersebut, selain peserta dari gapoktan, juga hadir ibu-ibu PKK. Mereka begitu antusiasnya. Terutama ketika materi tentang pelatihan pertanian terpadu berbasis hidroponik dan akuaponik. Karena dengan metode hidroponik dan akuaponik, menanam sayur tidak harus di lahan. Cukup pakai media pipa. Sayurnya pun bisa lebih segar. Apalagi dengan metode tanam ini, warga bisa menanam sayur di teras rumah. Pelatihan yang bekerja sama dengan Botanical Garden Program Studi Biologi UIN Malang dan Gapoktan Sumber Bumi Makmur Desa Tlekung ini memang bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan.
Untuk mengevaluasi hasil dari pelatihan tersebut, tim UIN menyebarkan kuesioner. Pendampingan juga bakal dilakukan meski program UIN Mengabdi bertema Qaryah Thayyibah (Kampung Tangguh) itu sudah usai.
Dengan pelatihan ini, warga diberi pemahaman tentang pentingnya bertani dengan sistem terpadu akuaponik. Serta diarahkan peluang-peluang bisnis masa depan yang dapat dikembangkan berbasis teknologi akuaponik tersebut. Harapannya dengan pengetahuan dan pengalaman pelatihan yang dimiliki akan menumbuhkan kreativitas, gaya hidup sehat, dan jiwa kewirausahaan sehingga mampu melahirkan desa yang tangguh di bidang pangan dan ekonomi. (c1/abm) Editor : Shuvia Rahma
#JPRM #qoryah toyibah #uin mengabdi #UIN Malang