Pembuatan konten pembelajaran online jadi problem sendiri bagi para guru. Namun, lewat program UIN Mengabdi, guru-guru SD Desa Junrejo, Kota Batu, menemukan solusi.
Para guru SD di Junrejo begitu serius mengikuti pelatihan pembuatan konten pembelajaran online, Agustus lalu. Mereka sangat antusias menyimak pemaparan narasumber. Di antaranya Imam Rofiki, Fajar Rohman Hariri, Rizki Amelia, dan Angga Dwi Mulyanto. Pelatihan berlangsung selama dua bulan (Agustus dan September) melalui pelatihan tatap muka (offline) dan pelatihan online.
Pelatihan ini memberikan dampak positif bagi guru karena semua guru sekolah inklusi telah sukses mengelola konten pembelajaran online. Tak hanya pelatihan, kegiatan pendampingan kepada guru juga difasilitasi melalui pemanfaatan grup WhatsApp. Upaya ini dilakukan oleh tim pengabdian agar para guru kreatif mengelola konten pembelajaran.
”Akhirnya semua guru SDN Junrejo bisa mengelola konten pembelajaran,” ujar Rofiki lega.
Kepala SDN Junrejo 02 Ismiwati sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian UIN Malang.
”Bapak/ibu guru sangat aktif dalam mengunggah konten pembelajaran di YouTube. Mereka juga memanfaatkan pen tablet atas pemberian tim UIN Mengabdi. Sekarang mereka sangat percaya diri dalam pembuatan konten pembelajaran online. Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi sekolah kami bisa mengikuti program pengabdian tim dosen UIN,” kata Ismiwati.
Sri Winarti, Kepala SDN Junrejo 01, berkali-kali menyampaikan rasa terima kasih pada tim UIN Mengabdi. ”Sungguh beruntung sekolah kami mendapatkan ilmu baru dari para dosen UIN. Bapak/ibu guru bisa memproduksi konten pembelajaran secara mandiri. Konten pembelajaran tersebut disampaikan guru kepada para siswa kami saat home visit atau pembelajaran online,” tegasnya.
Sementara itu, Firdiani Yuliana, salah satu guru, mengatakan sangat terinspirasi dari hasil pelatihan tim dosen UIN. ”Materi pelatihan tim dosen menginisiasi saya untuk membuat video pembelajaran dengan media yang saya buat. Rekaman video saat pembelajaran bisa saya lakukan editing dan unggah di YouTube agar dimanfaatkan secara luas oleh guru dan siswa sekolah inklusi,” jelas guru inklusi SD Junrejo 01.
Akhir kegiatan pengabdian ini yaitu lomba pembuatan konten pembelajaran online. Tim dosen memantau dan menilai konten pembelajaran pada masing-masing channel YouTube para guru sampai penentuan guru terbaik. Tim pengabdian memberikan paket lengkap YouTuber kepada 2 guru terbaik masing-masing di SDN Junrejo 01 dan SDN Junrejo 02. Guru-guru sangat terkesan dengan program kegiatan pengabdian dari tim dosen UIN.
”Alhamdulillah bisa meraih juara dalam lomba pengelolaan konten pembelajaran ini. Para siswa suka belajar dari konten saya karena konten pembelajarannya menarik. Terima kasih banyak tim dosen UIN,” ungkap Rohmatuz selaku juara I dari SDN Junrejo 02. Editor : Shuvia Rahma