Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dosen UB Ini Kembangkan Metode NMT Untuk Merawat Kaki Diabetik

Ahmad Yani • Selasa, 1 Juni 2021 | 03:57 WIB
Heri Kristianto MKep SpKep MB (kiri), dosen Keperawatan Medikal Bedah Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran UB. (Ist)
Heri Kristianto MKep SpKep MB (kiri), dosen Keperawatan Medikal Bedah Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran UB. (Ist)
MALANG KOTA – Diabetic Foot Syndrome atau DFS biasanya dialami oleh penderita Diabetes Melitus (DM) akibat komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler. DFS dapat menyebabkan gangguan saraf pada kaki DM dan berpengaruh pada kualitas hidup penyandang DM.

Nah, perawatan pada masalah kaki diabetik selama ini masih berfokus pada upaya penyembuhan luka saja. Di antaranya adalah pengobatan dan perawatan luka, manajemen infeksi dan manajemen vaskularisasi. Sementara upaya perawatan sebelum terjadinya luka masih menggunakan terapi untuk mengurangi gejala dengan pendekatan farmakologi.

Hal tersebut menjadi latar belakang disertasi Ns. Heri Kristianto MKep SpKep MB di Universitas Indonesia. Disertasinya berjudul “Pengembangan Algoritme Neuromuscular Taping terhadap Perbaikan Klinis Gangguan Mikrosirkulasi pada Kaki Diabetik”.

Dalam penelitiannya, dosen Keperawatan Medikal Bedah pada Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini melakukan pengembangan dan pengkajian tatalaksana perbaikan sirkulasi perifer pada kaki diabetik, sebagai usaha untuk mencegah terjadinya ulkus kaki diabetik sebagai pertanda komplikasi lebih lanjut.

Menurut Heri, metode Neuromuscular Taping (NMT) dapat menjadi pilihan intervensi penunjang dari terapi kaki diabetik. Karena hal itu tidak mempengaruhi atau menganggu aktivitas klien yang terpasang plester.

NMT merupakan suatu metode pemasangan plester pada permukaan kulit kaki dengan menggunakan plester khusus yang telah dilakukan modifikasi bentuk, panjang dan lebar plester sesuai dengan indikasi klinis.

Oleh karena itu, NMT berpeluang untuk dikembangkan dan diterapkan sebagai penunjang dalam penanganan kaki diabetik dengan memberikan dukungan pasien untuk tetap beraktivitas. ”Pada uji klinis yang telah dilakukan menggunakan bentuk Fan dan I sebagai dasar untuk memperbaiki mikrosirkulasi pada neuropati kaki diabetik. Hasil yang diperoleh memberikan manfaat dalam memperbaiki kelembapan kulit kaki, struktur kapiler dan respon nyeri neuropati,” jelas Heri.

Heri berharap penelitian ini bisa memberi harapan baru dalam tata laksana kaki diabetik selain pendekatan farmakologi. Melalui disertasi ini, Heri dinyatakan lulus sebagai Doktor Keperawatan ke-105 dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI dengan IPK 3.94 dan predikat cumlaude yang ditempuh dalam waktu 2 tahun 9 bulan.

Pewarta: Intan Refa
Editor : Ahmad Yani
#penderita diabetes #penyandang DM #UB #inovasi #hasil disertasi #ui