"Ini merupakan ajang pertama. Sebelumnya hanya ikut (lomba) public speaking seperti daiyah, pidato, debat, dan semacamnya," ucap Fahma kepada Jawa Pos Radar Malang.
Saat mengikuti ajang tersebut, dia mengaku sempat minder karena tidak memiliki background diajang pageant. Namun dengan tekad dan doa yang kuat, seluruh tahapan bisa dia ikuti. "Sempat minder ya dengan teman yang lain, tapi bersyukur meski ini baru pertama saya bisa masuk di tiga besar," kata Mahasiswi Universitas Negeri Malang ini.
Setelah lolos sebagai Juara 3, Fahma menuturkan bahwa dirinya kini tengah mempersiapkan diri untuk maju ke tingkat nasional. "(Pelaksanaan) kompetisi ditingkat nasional belum diketahui kapan, yang jelas kalau sudah masuk tiga besar semuanya akan menjadi delegasi Provinsi Jawa Timur," beber gadis berusia 21 tahun.
Kepada para generasi muda yang ingin mengembangkan potensi, Fahma berpesan agar orang-orang seusianya menjalani segala hal yang ingin diraih dengan maksimal. Meski tidak memiliki bekal yang cukup, bila dilakukan secara maksimal akan menuai hasil positif.
"Terus berkarya, coba keluar dari zona nyaman dan tetap ambil kesempatan meski cukup nekat. Jika ada kemauan pasti bisa menemukan jalan," tutupnya.
Pewarta : M. Ubaidillah Editor : Farik Fajarwati