Ketua Pelaksana Photo Contest Unikama Tasya Ayu Ramadhani menerangkan, kegiatan ini terbuka untuk umum. Para peserta awalnya mendaftarkan diri secara online, kemudian mengirim foto melalui email serta mengunggah foto yang dilombakan di instagram pribadinya.
"Terkumpul 30 foto dengan konsep menggunakan batik yang sudah melalui proses seleksi, dan terpilihlah 15 foto yang lolos ke tahap selanjutnya, " ungkap Tasya.
Selanjutnya, dari lima belas foto itu akan diseleksi menjadi tiga besar. Adapun kriteria yang dinilai pada lomba kali ini diantaranya yakni batik dengan kreasi unik, karya yang tidak melanggar hak cipta dan SARA, serta caption menarik yang menunjukkan rasa bangga mengenakan batik.
Peserta juga diharuskan menyertakan tagar #PedePakaiBatik #UnikamaKampusMulticulture agar masuk di instagram Pupus Unikama.
"Selain untuk memperingati Hari Batik Nasional, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengingatkan kaum milenial bahwa Indonesia memiliki kekayaan yang indah untuk dilestarikan seperti batik," sambung Tasya.
Menurutnya, saat ini peminat kaum millenial terhadap batik semakin berkurang. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bisa membuka mata kaum millenial bahwa batik itu tidak hanya itu-itu saja. "Batik juga bisa dikombinasikan bahkan dengan outfit di era saat ini, " tambahnya.
Sebagai juri, Pupus Unikama juga mengundang Winner Duta Budaya Jatim 2021 Dwi Retno Puspitasari. Selain itu, ada juga juri dari internal kampus yakni Kepala Pusat Layanan dan Hubungan Masyarakat Unikama Retno Wulandari M SA Akt ACPA, serta Winner Pupus Unikama.
Adapun tiga foto terbaik diraih oleh Dika Rossalia, Salma Ayu Rantika dan Gideon Jonathan. Masing-masing mendapatkan uang tunai, trofi serta voucher treatment di salah satu klinik kecantikan Kota Malang.
Pewarta: Andika Satria Perdana Editor : Farik Fajarwati