Minim Pengawasan, Guru Temukan Banyak Siswa Bolos Belajar Daring

Mardi Sampurno • Dipublikasikan Minggu, 20 Februari 2022 | 22:00 WIB
Ilustrasi siswa belajar online (dok JPRM)
Ilustrasi siswa belajar online (dok JPRM)
KOTA MALANG – Kebijakan kembali menggelar sekolah daring menyisakan persoalan yang cukup serius. Yakni kasus siswa bolos belajar online yang semakin tak terkontrol. Hal ini dipicu minimnya pengawasan guru yang terbatas saat pembelajaran dilakukan secara daring.

Keterbatas kontrol inilah yang seringkali dimanfaatkan siswa yang malas untuk bolos sekolah. Kondisi ini kerap membuat guru BK (bimbingan konseling) semakin sibuk saat pembelajaran daring.

Seperti yang diungkapkan guru BK SMKN 3 Malang Eka Winartiningsih. Dia mengaku kasus siswa mangkir dari pelajaran kerap terjadi saat pembelajaran daring. Hal itu juga dipengaruhi keterbatasan pengawasan terhadap siswa yang semangat belajarnya rendah. ”Saat daring, ada siswa yang memang mengikuti kelas zoom, namun sebenarnya siswa sedang mengerjakan hal lainnya,” ujarnya.

Menurut Eka selama pembelajaran daring, para guru BK lebih banyak mengatasi permasalahan-permasalahan seputar siswa bolos dan tidak mengerjakan tugas. Padahal, permasalahan siswa sangat beragam. Mulai dari hubungan pertemanan hingga permasalahan keluarga. Namun, sejak pandemi siswa jadi lebih tertutup. Eka menilai, kondisi pandemi secara tidak langsung ikut menyebabkan siswa dengan Guru BK menjadi berjarak. Sebab, sebelumnya Guru BK setidaknya masuk kelas satu kali dalam satu minggu.

Meski selama pembelajaran daring dirinya masih bisa masuk ke kelas-kelas melalui aplikasi pembelajaran, Eka menilai hal itu tidak begitu efektif. “Jadi, bagaimanapun pembelajaran tatap muka tidak bisa digantikan dengan apa pun. Apalagi pendekatan itu perlu adanya pertemuan fisik untuk menyatukan emosi,” ujarnya.

Kasus serupa juga terjadi di SMAN 4 Malang. Waka Kesiswaan SMAN 4 Malang Yunita mengatakan, fenomena siswa mangkir dari pembelajaran mendominasi kasus kenakalan siswa. Sebab, kontrol terhadap siswa saat daring benar-benar menjadi terbatas. Hal inilah yang membuat pihaknya kewalahan.

Meski begitu, ada solusi yang diupayakan lewat kerja sama dengan orang tua untuk sama-sama melakukan pengawasan. “Kita juga terus mengingatkan siswa untuk tetap menjaga semangat belajar,” ujarnya.

Hal yang sama dirasakan guru BK SMAN 8 Malang Fitri Kusrini. Perempuan yang akrab disapa Rini itu mengaku saat ini siswa cenderung menyimpan permasalahannya sendiri. Tidak dipungkiri, pembelajaran daring yang dilakukan hampir dua tahun ini siswa dengan guru BK kian berjarak. “Sekarang siswa tampak asing dengan BK. Biasanya mereka sering curhat ke ruang BK. Namun, sekarang BK sepi,” tutupnya. (dre/nay)

  Editor : Mardi Sampurno
pengawasan siswa guru radar malang Belajar Daring