Lukman, sapaan akrabnya menceritakan bahwa ia menjadi perwakilan daerah Kabupaten Sumenep pada lomba itu. Di lapangan, Ia ditemani dan dipasangkan dengan Krisna Yudhistira untuk berjuang memenangkan piala.
Kemenangan Lukman ini tak lepas dari dukungan penuh Kampus Putih UMM. Tidak hanya fasilitas, tapi juga bantuan finansial serta motivasi untuk berprestasi. Ia juga bercerita bahwa telah menaruh minat pada badminton sejak Sekolah Dasar (SD). Ia tertarik semenjak sang ayah mengajarinya olahraga ini setiap minggu. Sejak saat itulah prestasi demi prestasi berhasil dimenangkan. Mulai tingkat daerah hingga level nasional. Salah satu prestasi bergengsi yang pernah ia capai yakni perolehan juara 1 pada ajang Vios Open 2017. Kemampuannya juga terus berkembang hingga saat ini.
“Saya tertarik badminton sejak SD dan sudah seringkali gonta ganti ikut klub. Bangku SMA adalah masa di mana saya mendapatkan banyak sekali piala. Yonex open juga menjadi kompetisi yang sempat saya taklukkan,” ucapnya.
Menurut pengakuan Lukman, tidak ada waktu khusus untuk berlatih. Hal itu karena ia memang berlatih setiap minggu, baik ada lomba maupun tidak. Ia juga selalu optimis dapat memenangkan kejuaraan tersebut, bahkan sebelum turun dan bertanding. Ia berpegang teguh dengan ungkapan bahwa tak ada usaha yang mengkhianati hasil.
Mahasiswa kelahiran Sumenep ini berharap raihannya ini bisa memacunya untuk mencetak prestasi di kejuaraan lainnya. Mengharumkan nama Kampus Putih sekaligus memotivasi rekan-rekan dan temannya. “Saya selalu yakin bahwa setiap hasil yang didapat selalu berbanding lurus dengan usaha. Tentu saja tanpa melewatkan kekuatan doa kepada Tuhan yang maha esa,” pungkasnya. (*) Editor : Didik Harianto