Bagi Rivaldo, sejak belia sudah bercita-cita menjadi seorang dokter. Karena itu, sejak SMA dia sudah mengikuti ajang olimpiade biologi dan kedokteran. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 40 medali yang berhasil dia kumpulkan dari berbagai event tingkat nasional maupun internasional.
Kepada Jawa Pos Radar Kanjuruhan, dia mengaku bersyukur telah berhasil menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar dokter. Untuk diketahui, jebolan dokter muda UB ini lulus tanpa skripsi. “Terimakasih kepada Tuhan, kedua orang tua saya juga adik-adik saya dan semua rekan, serta para dosen yang sudah men-support saya selama ini,” ujarnya.
Menurutnya, wisuda bukanlah sebuah pencapaian akhir, tetapi pintu gerbang untuknya memasuki dunia kerja. Rivaldo mengaku ingin segera mengamalkan ilmu yang telah ia pelajari, yakni tentang kesehatan kepada orang-orang yang membutuhkan. “Tentunya saya ingin mengabdi kepada masyarakat bangsa dan negara. Ini jalan panjang saya. Semoga tetap dapat membahagiakan kedua orang tua saya,” ujar Rivaldo.
Putra pertama pasangan Brigjen TNI Hardani Lukitanta Adi SSos dan Ir Penny Fitriati Koeswardhani ini mengakui, perjalanannya untuk bisa mewujudkan mimpi menjadi seorang dokter bukan hal mudah. Banyak suka duka yang telah dia lalui hingga akhirnya mampu menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran dengan predikat cumlaude.
Sebagai anak pertama keinginan Rivaldo bisa menjadi contoh bagi kedua adiknya yaitu Raphael Pradipta Hardani (14) kelas XI yang bersekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang dan Beatrice Alicia Hardani (13) kelas X di SMA Negeri 1 Malang.
Laki-laki kelahiran 18 September 2000 itu juga sudah menjalani koas selama dua tahun. Lalu internship untuk pengenalan dokter sebagai dokter umum di puskesmas atau pedalaman. Salah satu target kedepan yang ingin diwujudkan adalah melanjutkan pendidikan dokter spesialis jantung. (ren/nay) Editor : Didik Harianto