Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

PKM Teknik Kimia Polinema Beri Bimtek Identifikasi Zat Adiktif di Sukonolo

Didik Harianto • Kamis, 8 September 2022 | 19:48 WIB
Ketua Pelaksana PkM bidang Mamin Dr Zakijah Irfin, ST MT Menjelaskan Tentang Bahayanya Zat Adiktif Makanan kepada Para Peserta di Pendapa Desa Bululawang Kabupaten Malang, Minggu (4/9/2022).
Ketua Pelaksana PkM bidang Mamin Dr Zakijah Irfin, ST MT Menjelaskan Tentang Bahayanya Zat Adiktif Makanan kepada Para Peserta di Pendapa Desa Bululawang Kabupaten Malang, Minggu (4/9/2022).
MALANG - Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang menggelar pengabdian kepada masyarakat (PkM) berupa pelatihan dan bimbingan teknis identifikasi bahan pengawet pada makanan dan minuman kepada kader posyandu serta pelaku umkm di Pendapa Desa Sukonolo Bululawang Kabupaten Malang, Minggu (4/9/2022).

Ketua Pelaksana PkM bidang makanan dan minuman Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang Dr. Zakiyah Irfin, ST, MT mengungkapkan bahwa beredarnya makanan dan minuman di tengah masyarakat yang di duga banyak mengandung bahan pengawet melebihi ambang batas, dapat membahayakan Kesehatan.

“Banyak pedagang yang menjual makanan ringan khususnya di lingkungan Pendidikan mulai SD sampai dengan SMA, kurang memperhatikan kandungan zat adiktif berbahaya di dalamnya, seperti pemanis, perasa dan pengawet.” Kata Irfin.

“Jika terlalu sering mengkonsumsi makanan tanpa memperhatikan kandungan zat berbahayanya, maka dampaknya akan menjadi persoalan Kesehatan berkepanjangan.” Terangnya.

Menurut dia, zat adiktif di kelompokan berdasarkan asalnya, misalnya zat adiktif alami berasal dari sumber alami dan zat adiktif sintetik berasal dari bahan-bahan kimia yang di buat oleh manusia melalui pabrik.

Zat adiktif yang di pakai oleh pelaku usaha makanan dan minuman memiliki fungsi sebagi pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap rasa. Tujuan pemberian Zat adiktif tersebut biasanya untuk menarik para pembeli serta menimbulkan selera makan.

“Pewarna alami yang aman di konsumsi serta menghasilkan aroma yang enak dan khas seperti kunyit,dauin suji, buah coklat daun jati dan wortel. Hanya saja kekurangannya pada pilihan warna yang tidak setajam pewarna sintetis.” Terangnya.

Pelatihan dan bimbingan teknis pengabdian kepada masyarakat tersebut juga mempraktekan pendeteksian zat berbahaya ke beberapa sampel makanan yang dibawa diantaranya tahu, bakso, cilok, mie dan berbagai varian jenis ikan.

Irfin juga menyampaiakn bahan yang dilarang di gunakan pada pangan diantaranya adalah formalin, boraks, rhodamine B, kuning metanil, auramine, amaranth dan ponceau, bahan-bahan ini jika di konsumsi dapat menyebabkan kanker pada saluran kemih serta gangguan fungsi hati

Sementara itu, Siti Aisyah peserta yang mengikuti pelatihan pasca pelatihan mengungkapkan terimakasihnya atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Ya kami sekarang tambah pengetahuan bahwa tidak semua makanan yang dikonsumsi itu aman bagi kesehatan, kita juga tambah pengetahuan bagaimana dan cara untuk mendeteksi zat berbahaya pada makanan dan minuman, serta teknik mengurangi kandungan zat adiktifnya." Kata Siti.

Puluhan peserta yang memiliki usaha umkm bidang makanan dan minuman serta para kader posyandu Desa Sukonolo Bululawang, sangat antusias mengikuti sampai acara selesai.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya beberapa Mahasiwa Politeknik Negeri Malang, Tokoh Masyarakat, dan Sekretaris Desa Sukonolo Zainal Abidin serta Ketua Pembina Yayasan Sedekah Masyarakat Indonesia, Ruwiyanto. Editor : Didik Harianto
#Bululawang #Polinema #Mahasiswa Polinema #PKM