"Saya sampai kaget, karena banyak banget yang daftar. Total ada 1500 an peserta dari semua subkategori. Saat pendaftaran belangsung kami sempat menolak, karena sudah melebihi kuota,"kata dia.
Dari ribuan pendaftar tersebut mengikuti lomba dari empat kategori yaitu kategori pertama, olah Raga, dengan subkategori Basket Putra, Basket Putri, Voli Putra, Voli Putri, Futsal. Kategori kedua yaitu Akademis, sub kategori Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris. Kategori ketiga yaitu Humaniora, sub kategori Pramuka. Dan keempat yaitu Seni, subkategorinya Tari Tradisional, Modern Dance, Poster, Musikalisasi Puisi, Vokal Solo, Gamelan, Band.
Ricky menyampaikan rasa bangganya kepada para peserta Dempo Cup. Salah satunya yaitu peserta sub kategori tari tradisional. Menurutnya ini kali pertamanya diadakan lomba tari secara offline sejak tahun 2018.
"Karena sudah dua tahun online lihat tari tradisional ini kagum banget ditengah gempuran Kpop. Lulusan SMP masih bisa ikut lomba tradisional. Disatu sisi kita tetep bisa punya jati diri dari budaya indonesia yang terus dikembangkan dan dipertahankan,"ucapnya.
Dia menjelaskan, Dempo Cup ini merupakan kegiatan lomba ditunjukkan untuk jenjang SMP. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi siswa dalam mengembangkan potensi non akademik. Sehingga, potensi akademik dan non akademik peserta bisa terus berkembang. Melalui ajang Dempo Cup ini, SMA Dempo ini juga ingin menjaring potensi calon siswa untuk jadi bagian dari SMA Dempo.
"Harapnnya peserta Dempo Cup bisa masuk SMA Dempo. Karena selain ada hadiah puluhan juta berupa uang tunai, juga ada potongan beasiswa sekolah di SMA Dempo untuk pemenang,"jalas Ricky. (Rof) Editor : Indra Andi