Program kelembagaan tersebut bekerja sama dengan mahasiswa dan alumni.
"Harapannya dapat menyasar generasi milenial agar mereka dapat berkontribusi mengurangi masalah dalam masyarakat," terang Prof Dr Imam Mukhlis SE MSi .
Caranya, dengan melakukan pendampingan langsung dan berkolaborasi dengan masyarakat untuk memanfaatkan sumberdaya yang ada di sekitar.
"Dari situ, kami membuat progam ekonomi sirkular untuk mengolah sampah di Kediri," tuturnya.
Ekonomi sirkular merupakan cara untuk memakai sumber daya dalam jangka waktu selama mungkin.
Secara teknis, warga mengolah sampah dengan memilah 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Barang-barang yang dapat didaur ulang seperti sampah sayuran atau organik akan dijadikan pupuk dengan maggot.
Pupuk digunakan untuk tanaman, di mana tanaman dikonsumsi dan sisanya akan menjadi sampah lagi, dan akan terus diolah seperti itu.
Project yang kedua berada di Desa Karangdoro, Kabupaten Malang. Pada daerah ini, Prof Imam dan tim menerapkan program urban farming di mana sangat cocok dengan keterbatasan lahan yang dihadapi.
Pengembangannya menggunakan sistem pertanian yang mengoptimalkan peran ekosistem serta mengurangi dampak negatif ke lingkungan.
"Meskipun hanya memanfaatkan lahan terbatas, urban farming diharapkan dapat berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi sekitar melalui akses terhadap ketersediaan pangan sehat," tuturnya.
Selain itu, pemanfaatan sampah organik yang diolah menjadi pupuk juga diterapkan, sehingga berdampak baik pada lingkungan.
Dari project tersebut sudah menghasilkan berbagai tanaman seperti sayuran, jagung, dan juga singkong.
Paling tidak, hasil perkebunan itu dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar.
Dengan melibatkan masyarakat, diharapkan akan berdampak pada kesempatan kerja sehingga pendapatan warga juga meningkat.
Dari program tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa akademisi tidak hanya mengembangkan keilmuan secara akademis.
Tetapi justru bagaimana bisa memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat.
"Masyarakat bisa memanfaatkan sumber daya ekonomi secara mandiri, kemudian juga sekaligus mengatasi masalah lingkungan," tutupnya.
Kedepan, program Rotasi Institute akan memperluas daerah sasaran sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang terbantu. (dur/nen).
Beberapa Publikasi Ilmiah:
1. The Relationship between Capital Expenditure, Income Inequality, Total Population and Economic Growth Post-Implementation of Local Autonomy in Indonesia tahun 2018 pada Journal of Economic Cooperation & Development (Scopus Q4) ;
2. Interest Rate Volatility of the Federal Funds Rate, Response of the Bank Indonesia and its Impact on the Indonesian Economic Stability tahun 2020 pada Journal of Central Banking Theory and Practice (Scopus Q3).
Beberapa Penghargaan :
1. Best Paper ke-3 pada Seminar Nasional dan Call Paper yang diselenggarakan oleh Universitas Stikubank Semarang kerja sama dengan ISEI Provinsi Jawa Tengah, Bank BNI 46 dan Bank Indonesia Jakarta tahun 2012 ;
2. Juara harapan I pada lomba karya tulis Bank Indonesia Campus Knowledge Competition (LKTBI CKC) antarPerguruan Tinggi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Jakarta, Oktober, tahun 2014 .
3. Hibah Buku Ajar tahun 2017 Kementerian Ristek Dikti Republik Indonesia
4. Poster Presentation pada acara 11th International Conferences, Bulletin of Monetary Economics & Banking, Bank Indonesia, Jakarta, 24 Agustus 2017 ;
5. Best paper I in The 3 rd Padang International Conference on Education, Economics, Business and Accounting, Universitas Negeri Padang, 15-16 Juni 2019
Buku yang Ditulis:
1. Ekonomi Keuangan dan Perbankan: Teori dan Aplikasi Tahun 2015.
2. Ekonomi Pembangunan : Sebuah Kajian Teoritis dan Empiris tahun 2016
3. Kepatuhan Pajak Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah tahun 2016
4. Ekonometrika Teori & Aplikasi tahun 2017
5. Usaha Mikro Kecil dan Menengah Berbasis Digital Dalam Perekonomian Daerah tahun 2018
6. Nasionalisme Ketahanan Pangan Dan Pengentasan Kemiskinan Tahun 2019 Editor : Neny Fitrin