Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ajak Warga Berwirausaha, Olah Bawang Merah Jadi Obat Penurun Panas

Neny Fitrin • Senin, 19 Juni 2023 | 23:24 WIB
PENGABDIAN MASYARAKAT: Tim dosen dan mahasiswa Bioteknologi FMIPA UM melatih ibu-ibu PKK Desa Ponggok Kabupaten Blitar cara membuat ekstrak bawang merah, Sabtu (17/6).
PENGABDIAN MASYARAKAT: Tim dosen dan mahasiswa Bioteknologi FMIPA UM melatih ibu-ibu PKK Desa Ponggok Kabupaten Blitar cara membuat ekstrak bawang merah, Sabtu (17/6).

BLITAR - Masih dari edisi Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Malang (UM) di Kabupaten Malang. Setelah melatih anggota PKK membuat black garlic dan ekstrak buah belimbing, kali ini pengolahan bawang merah.

Lebih tepatnya, tim dosen dan mahasiswa Bioteknologi FMIPA mengajarkan warga cara menbuat ekstrak bawang merah sebagai obat penurun panas. Pelatihan tersebut berlangsung di Desa Langon, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar pada Sabtu (17/6).

Sulik, Ketua PKK Desa Langon menyampaikan, di desa ini sangat mudah dijumpai tanaman bawang merah. Dan pemanfaatannya masih terbatas untuk bumbu masak saja. "Biasanya dimanfaatkan juga saat anak panas sebagai obat oles namun tidak bisa bertahan lama," ujarnya.

Karena bawang merah mengandung senyawa sulfur organik yang berfungsi untuk menghancurkan bekuan darah. Serta adanya kandungan lain berupa florogusin, sikloaliin, metialiin, dan kaemferol yang berfungsi untuk menurunkan demam.

Karena itu, tim PKM yang diketuai oleh Ratna Juwita PhD melakukan inovasi dengan membuat cream ekstrak bawang merah sebagai penurun panas. Inovasi tersebut dilakukan karena kaya akan kandungan bawang merah yang dapat dimanfaatkan sebagai penurun panas dan bisa disimpan dalam jangka waktu panjang.

Kegiatan pelatihan pembuatan cream ekstrak bawang merah ini juga memberikan ide baru untuk ibu PKK dalam berwirausaha. "Kami berharap setelah pelatihan ini berakhir, ibu-ibu PKK ini dapat membuat sendiri cream ekstrak bawang merah di rumah," ujar Ratna.

“Dari hasil survei yang telah diisi oleh peserta hasilnya menunjukkan bagus, karena mereka merasa mendapatkan tambahan ketrampilan dengan ilmu baru yang selama ini tidak pernah diketahuinya,”pungkasnya. (jprm3/nen)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Universitas Negeri Malang (UM) #jprm3 #radar malang