MALANG- Setelah menuntaskan pengabdian di Kabupaten Blitar, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Malang (UM) beralih ke Kabupaten Malang.
Kali ini, dosen dan mahasiswa Bioteknologi Fakultas MIPA menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian di Desa Tempursari, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
Kegiatan itu digelar di balai Desa Tempursari, Rabu (28/6) lalu dengan peserta ibu-ibu PKK Desa Tempursari.
Tatik, Ketua PKK Desa Tempursari mengatakan, Desa Tempursari merupakan desa dengan mata pencarian penduduknya sebagai petani..
Sehingga pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan dasar limbah kulit jagung dan limbah kulit singkong ini sangat cocok. Terutama untuk bekal keterampilan bagi warganya.
"Hingga saat ini, kulit jagung di Desa Tempursari masih terbatas pemanfaatannya, rata-rata untuk pakan ternak saja dan belum pernah dimanfaatkan sebagai pupuk, begitu juga kulit singkong,“ tuturnya.
Karena itu, tim PKM yang diketuai oleh Ratna Juwita PhD melakukan inovasi dengan membuat limbah kulit jagung dan kulit singkong menjadi pupuk organik untuk pertanian yang ramah lingkungan.
Pelatihan pembuatan pupuk oranik dari limbah pertanian tersebut juga memberikan ide baru untuk ibu-ibu PKK dalam berwirausaha. Mereka juga sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan dan pembimbingan tersebut
Hal itu terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para peserta pelatihan. Setiap peserta yang hadir diberikan tutorial singkat tentang cara pembuatan pupuk organik tersebut.
Ratna berharap setelah pelatihan berakhir, ibu-ibu PKK yang tergabung dalam UMKM dapat mempraktikkan sendiri pupuk organik di rumah dan berharap suatu saat dapat menjadi produk UMKM Desa Tempursari.
“Kami juga memberikan hasil produk kami yang sudah kami produksi sendiri dalam skala kecil kepada peserta pelatihan," tandasnya.
Ratna juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK Desa Tempursari.
“Dari hasil survei yang telah diisi oleh peserta, hasilnya menunjukkan keinginan untuk diadakan pelatihan lagi dengan memanfaatkan potensi desa lainnya,”pungkasnya. (Jprm3/nen)
Editor : Neny Fitrin