Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

LPPM UM Cegah Toxic Relationship dan Perundungan di Sekolah, Perkuat Kontrol Diri Siswa

Neny Fitrin • Jumat, 25 Agustus 2023 | 00:04 WIB
Para duta anti perundungan ini diharapkan menjadi jembatan di antara teman sebaya untuk mensosialisasikan  bahaya perundungan terhadap mental siswa
Para duta anti perundungan ini diharapkan menjadi jembatan di antara teman sebaya untuk mensosialisasikan bahaya perundungan terhadap mental siswa

RADARMALANG- Perundungan dapat terjadi karena adanya toxic relationship yang tidak disadari siswa karena telah menjadi kebiasaan yang dinormalkan.

Tim pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) menyadari pentingnya mencegah kasus perundungan saat ini.

Ketua Tim pengabdian Dr. Arbin Janu Setiyowati, S.Pd., M.Pd melakukan pengabdian dengan judul Penguatan Kontrol Diri Siswa SMP Melalui Strategi Project Base Learning Sebagai Upaya Preventif Toxic Relationship Bebas Perundungan Di Lingkungan Sekolah.

Konselor atau guru Bimbingan dan Konseling dipilih menjadi mitra dalam pelaksanaan pengabdian ini, harapannya dapat benar-benar terus direalisasikan untuk mencegah perundungan ketika pengabdian berakhir.

Para pembicara dalam forum penguatan kontrol diri melalui project based learning yang dilakukan oleh LPPM UM di SMPN 1 Karangploso
Para pembicara dalam forum penguatan kontrol diri melalui project based learning yang dilakukan oleh LPPM UM di SMPN 1 Karangploso

Kegiatan ini berlangsung selama 3x yaitu dalam bulan Juli dan Agustus yang dilaksanakan secara luring di SMPN 1 Karangploso. Materi yang disampaikan diantaranya Materi I (Toxic relationship), Materi II (Kontrol diri terhadap perundung) dan Materi III (Project Based Learning).

Selain materi yang dipaparkan, para peserta pengabdian juga fokus pada produk yang dibuat masing-masing kelompok, dan 3 kelompok dipilih sebagai Duta Anti Perundungan SMPN 1 Karangploso.


Setiap kelompok berlomba-lomba untuk menjadi Duta Anti Perundungan, hal tersebut nampak pada produk yang dihasilkan sangat menarik dan membuat takjub para juri serta pemaparan hasil presenstasi yang luar biasa.

 

Tim pengabdian LPPM UM menekankan pentingnya relasi yang positif agar tidak terjadi toxic relationship yang bisa memicu perundungan di kalangan pelajar
Tim pengabdian LPPM UM menekankan pentingnya relasi yang positif agar tidak terjadi toxic relationship yang bisa memicu perundungan di kalangan pelajar

Produk yang dibuat diantaranya berupa poster, cerpen, lagu, video pendek dan website. Salah satu peserta mengaku senang mengikuti rangkaian kegiatan ini “Saya senang kak mengikuti acara seperti ini, apalagi bisa bermanfaat untuk SPENSAKA ini”

Selain itu Ari Rahma Indriyani, S.Pd, konselor sekolah mengatakan bahwa “saya sangat senang dengan kegiatan pengabdian ini, kelima besar dengan produk terbaik ini akan ditindaklanjuti oleh guru BK dan yang menjadi Duta Anti Perundungan sekolah bisa menebar hal positif untuk mengurangi bahkan memberantas perundungan di sekolah ini” terangnya.


Kepala sekolah SMPN 1 Karangploso juga menerima dengan baik pengabdian ini, ketika pamit bahwa pengabdian ini berakhir Drs. Sugiono “saya mengucapkan terimakasih karena pengabdian ini bisa bermanfaat untuk sekolah dan bisa berkelanjutan. Tugas kita sama-sama mencerdasakan anak bangsa, hanya saja jenjangnya yang berbeda” ungkapnya. (JPRM1)

Editor : Neny Fitrin
#um #Pelajar #LPPM #siswa #Perundungan #Kampus #toxic relationship #diri #perguruan tinggi