MALANG - Dusun Tepus, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang merupakan daerah penghasil produk pertanian dengan kualitas yang baik.
Adapun produk peternakan yang juga menjadi unggulan daerah tersebut yaitu susu sapi perah.
Peternak dan produsen susu sapi perah di Dusun Tepus bernaung pada suatu organisasi yang bernama Kelompok Usaha Mustarika Jaya Makmur.
Kelompok Usaha ini sudah cukup lama berkecimpung dalam usaha penyediaan susu sapi perah yang banyak dijual kepada produsen-produsen besar penghasil makanan ataupun minuman berbasis susu sapi.
Namun semenjak pandemi Covid-19 melanda, permintaan akan susu sapi segar ini mengalami penurunan yang signifikan.
Hal ini menyebabkan banyak susu sapi yang akhirnya tidak terjual dan tidak dapat bertahan akibat metode penyimpanan yang terbatas dan tidak bisa dalam jangka waktu yang lama sehingga susu sapi terbuang sia-sia.
Melihat fenomena ini, Agus selaku koordinator dari KU Mustarika Jaya Makmur berkeinginan agar ada solusi untuk meningkatkan nilai ekonomi susu, sehingga diharapkan tidak ada lagi susu yang terbuang.
Untuk itu perlu dilakukan diversifikasi susu menjadi produk olahan susu yang sifatnya lebih tahan lama, contohnya seperti keju.
Dalam proses pembuatan keju, akan menghasilkan produk samping yang disebut dengan whey dengan jumlah yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan produk keju yang terbentuk.
Untuk meminimalisir timbunan produk samping pembuatan keju, maka whey dapat diolah lebih lanjut menjadi nata de whey.
Sehingga dalam pembuatan keju tidak akan ada bagian dari susu yang terbuang karena mengaplikasikan filosofi zero waste.
Workshop pengolahan susu menjadi keju dan turunannya yang diberikan oleh Tim Jurusan Teknik Kimia kepada anggota KU Mustarika Jaya Makmur dilakukan dalam beberapa kali tahapan.
Hal ini dilakukan agar anggota KU lebih memahami cara pembuatan keju dan nata de whey.
Terdapat 4 tahapan workshop yang diberikan kepada para anggota.
Tahap tersebut adalah Pembuatan Keju Mozzarella, Pembuatan Keju Cheddar, dan Pembuatan Nata de Whey yang dilakukan pada waktu yang terpisah.
Sedangkan workshop tentang manajemen rantai pasok dan penggunaan aplikasi berbasis IOT dilakukan bersama-sama.
Tim Jurusan Teknik Kimia yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa melakukan pendampingan secara langsung kepada para peserta pada saat pelaksanaan workshop.
Dengan adanya pendampingan dan interaksi dua arah, diharapkan para peserta memiliki pengalaman dalam proses pembuatan produk sehingga selain pengetahuannya bertambah, keterampilannya juga meningkat.
Adapun hal-hal teknis yang berkaitan dengan proses pembuatan produk dapat ditanyakan peserta dan dijawab oleh narasumber pada saat itu juga.
Koordinator Kelompok Usaha Mustarika Jaya Makmur, Agus menyatakan bahwa adanya workshop pengolahan susu sapi perah menjadi produk keju dan turunannya ini akan sangat membantu anggota KU untuk mulai bangkit kembali menghasilkan produk yang berdaya jual tinggi dan banyak diminati masyarakat.
Melalui workshop ini diharapkan tidak hanya akan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh anggota KU, namun juga mampu menjadi titik balik untuk meningkatkan perekonomian anggota KU dan juga warga setempat.
Selama rangkaian kegiatan workshop, peserta berpartisipasi aktif serta sangat antusias mengikuti kegiatan ini sampai selesai.
Harapan dari anggota KU ini adalah mampu mewujudkan suatu daerah penghasil keju lokal di Jawa Timur khususnya di Kecamatan Ngantang.
Menurut Dr. Zakijah Irfin, S.T, M.T, selaku perwakilan Jurusan Teknik Kimia, pengolahan susu menjadi keju dan nata de whey ini dipilih karena popularitasnya yang sangat bisa diterima oleh masyarakat sebagai produk yang kerap kali digunakan sebagai campuran maupun topping pada berbagai jenis makanan baik tradisional maupun modern.
Produk-produk ini bila diiringi dengan branding yang kuat dan promosi serta pemasaran yang terstruktur maka berpotensi menjadi salah satu local brand yang mampu meningkatkan UMKM dan nama daerah.(jprm3)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana