MALANG KOTA - Sebanyak 45 guru Kota Malang dari jenjang PAUD hingga SMK mendadak jadi barista pada Sabtu (2/12).
Mereka saling beradu kemampuan untuk membuat minuman kopi susu.
Puluhan guru se-Kota Malang itu sengaja menjadi barista karena mengikuti lomba yang digelar dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN).
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM mengatakan, peringatan HGN harus dikemas dengan cara yang berbeda dan unik.
Salah satunya bisa dengan berkreasi menghidangkan kopi susu.
Hal itu juga mendukung potensi Kota Malang yang menjadi sentra kopi.
Menjamurnya warkop sederhana hingga kafe saat ini menjadi pilihan mengapa lomba ini digelar.
”Guru zaman sekarang harus berkembang sesuai dengan kurikulum merdeka. Termasuk guru harus bisa membuat karya dan punya skill yang bisa disalurkan ke siswanya," jelasnya.
Tak hanya guru, dalam lomba kali ini juga memperlombakan kelas barista profesional.
Peserta yang ikut tidak hanya dari Kota Malang.
Terdapat juga peserta dari Surabaya, Jember, Blitar, hingga Bekasi.
Untuk lomba barista profesional, disdikbud memakai sistem 4 kali eliminasi.
”Sementara untuk kelas guru hanya ada dua kali eliminasi untuk menyaring 5 terbaik dan diadu ke final untuk penentuan juara," tambah Suwarjana.
Suwarjana mengaku jika sejak pertama kali di-publish sudah diserbu banyak peserta.
Hingga akhirnya pihak panitia membatasi jumlah peserta.
Ketika lomba berlangsung, beberapa dari mereka tampak gugup saat menyajikan minuman ke para juri.
Mengingat para juri memiliki selera yang berbeda-beda terhadap kopi susu.
Namun peserta tampak lega ketika semua sajian yang dihidangkan enak dan pas. (pri/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana