TERMINOLOGI rokok berasal dari bahasa Belanda ’Roken’, yang artinya to smoke atau mengeluarkan asap.
Bisa jadi, dari kata Roken itulah muncul istilah Oker, yang akrab digunakan Arek Malang sebagai kata ganti rokok.
Seperti boso walikan pada umumnya, istilah yang dibalik selalu disesuaikan dengan pelafalan atau pengucapannya.
Jadilah istilah Roken dibalik menjadi Oker, bukan Nekor.
”Kalau istilahnya enak didengar, maka itu yang umum dipakai sebagai boso walikan,” kata Penulis dan Pemerhati Bahasa Malangan Arief Wibisono.
Menurut pengamatan Bison-sapaan akrabnya, Oker sudah menjadi salah satu istilah slengean atau bahasa gaul di Malang sejak era 1960-an.
Adalah anak-anak muda pada zaman itu yang memopulerkannya.
Turunan dari istilah itu menjadi Ngoker, atau merokok.
Ada banyak contoh penggunaannya. Seperti ”Umak duwe oker?”, atau ”Ayas tak ngoker sek jeh,”.
Berbeda dengan istilah lain seperti Setil, istilah Oker tak banyak digunakan warga daerah-daerah lain di sekitar Malang Raya. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana