Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Doyan Pesta 'Ajojing' hingga Tawuran Antar Geng, Berikut Ini Nama Kelompok yang masih Terkenal di Malang

Bayu Mulya Putra • Rabu, 20 Maret 2024 | 17:00 WIB
Kost Higam di Jalan Kaliurang Malang yang diambil dari nama geng tahun 70-an
Kost Higam di Jalan Kaliurang Malang yang diambil dari nama geng tahun 70-an

MALANG - Pada tahun 1970-an sampai 1980-an, Kota Malang masih terkenal dengan sejumlah nama geng.

Arek Malang belum memiliki klub Arema.

Salah satu yang terkenal yakni Higam Geng itu awalnya eksis di Kelurahan Gadang.

Higam sendiri merupakan akronim dari ’Hidup Gembira Awet Muda’.

Sesuai namanya, warga yang dulu bergabung di geng tersebut sering melakukan kegiatan foya-foya atau senang-senang.

”Kegiatannya seperti pesta atau dulu dikenal dengan istilah ajojing. Kemudian kumpul-kumpul, tak jarang juga tawuran dengan geng lain karena adu gengsi,” tutur Penulis dan Pemerhati Bahasa Malangan Arief Wibisono.

Pada era tersebut, geng diisi pemuda yang berafiliasi kawasan.

Contohnya saja, Armada Nakal alias Arnak yang berasal dari Sukun.

Kemudian, Anak Keras atau Anker yang berafiliasi dengan kawasan Jodipan.

Ada pula sejumlah nama lain, seperti Armada Gombal (Argom) Kidul Dalem, Arek Panjaitan (Arpanja), Federasi Anak Nakal Halangan (Fanhalen) Betek, Sarang Anak (SAS) Claket, Geng Inggris Kasin Jrot Ermera, Sumbersari Anak Ganas (Saga) hingga Zhetan Galunggung (Zhetan).

Alasan kenapa Higam menjadi salah satu geng tersohor, lanjut Bison, sebab dulunya banyak diisi mantan tentara.

Sehingga memiliki kekuatan lebih dibanding kelompok lain.

”Sampai saat ini semangat Higam masih diteruskan oleh anak cucu pendiri geng tersebut,” sambungnya.

Seiring bertambahnya waktu, kegiatan Higam kini lebih positif.

Kelompok tersebut menjelma jadi banyak kegiatan.

Ada pusat kebugaran (gym) yang mengambil nama Higam.

Ada juga tempat kos yang langsung dinamai Kost Higam seperti di Jalan Kaliurang.

Dulu, juga ada cerita berdirinya ludruk yang dipelopori anggota-anggota Higam.

Sejak ada Arema, geng-geng yang dulunya terpecah belah menjadi satu dan mendukung klub sepakbola tersebut.(adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kamus malangan #bahasa malangan #higam