Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Persiapan Mepet, Mahasiswa Teknik Sipil ITN Malang Juara 3 National Tender Competition

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 4 Mei 2024 | 16:00 WIB
Tim Teknik Sipil ITN Malang dalam paparannya di Tender National Competition
Tim Teknik Sipil ITN Malang dalam paparannya di Tender National Competition

 

MALANG – Tim Spectra Tri Gonometri dari Program Studi Teknik Sipil S1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), berhasil meraih peringkat ketiga dalam Kompetisi Tender Nasional The 21st CENS 2024 Universitas Indonesia, yang diselenggarakan pada tanggal 23-27 April 2024.

Tim ini terdiri dari M. Rafiqy Farhan (2121092), Ricky Indra S (2121003), dan Anur Firmansyah (2221028).

Mereka bersaing dengan 50 tim lainnya dari seluruh Indonesia.

ITN Malang berhasil masuk ke babak final bersama dengan tim dari UI, UNS S1, UNS D3, dan ITB.

Proses penyiapan proposal mereka menarik perhatian karena hanya dilakukan dalam waktu 10 hari sebelum batas pengumpulan.

Menurut M. Rafiqy Farhan, awalnya panitia memberikan waktu satu bulan.

Tetapi karena M. Rafiqy Farhan dan Ricky Indra S harus menjalani praktik kerja lapangan (PKL), mereka baru bisa mulai menyiapkan proposal tersebut 10 hari sebelum batas waktu pengumpulan.

Dalam sektor konstruksi, pemahaman tentang proses tender pengadaan barang/jasa adalah hal yang penting bagi seorang insinyur, khususnya dalam bidang teknik sipil.

Tim Spectra Tri Gonometri ditantang untuk menyusun tender dengan menerapkan prinsip konstruksi berkelanjutan guna mengurangi dampak kerusakan lingkungan.

Terutama untuk proyek pembangunan sebuah pusat perbelanjaan di Pulau Dewata, Bali, di mana industri pariwisata berkembang pesat.

"Sangat penting untuk membuat tender proyek konstruksi yang berkelanjutan bagi lingkungan, terutama di Bali yang menjadi salah satu destinasi impian bagi turis. Kami mengerti perlunya dukungan bangunan yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan," ujar Farhan di Ruang Humas ITN Malang.

Tim Spectra Tri Gonometri menawarkan pekerjaan struktural dengan harga 180 miliar dalam tender mereka.

Sesuai dengan tema lomba "Implementing Sustainable Construction Principles in Order to Reduce Environmental Damage", mereka menawarkan alat, bahan, teknologi, dan inovasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Salah satu teknologi yang mereka tawarkan adalah aplikasi spectra untuk simulasi, laser launcher, dan drone AR Viar.

"Drone AR Viar digunakan untuk memvisualisasikan area bangunan gedung. Dari dokumentasi drone, kami bisa memantau perkembangan proyek harian dan mingguan, termasuk area yang sulit dijangkau," jelasnya.

Dalam hal K3, tim ini mengusulkan penggunaan washing bay atau tempat mencuci kendaraan/alat proyek untuk membersihkan peralatan yang kotor, sambil mengurangi pencemaran lingkungan sekitar.

Di bawah bimbingan Dr. Lila Ayu Ratna Winanda, ST., MT., dosen Teknik Sipil ITN Malang, ketiganya membagi tugas. Farhan bertanggung jawab atas dokumen penawaran, dokumen administrasi teknis dan strategis, serta rencana analisis K3.

Ricky bertanggung jawab atas penjadwalan dan RAB (rencana anggaran biaya), sedangkan Anur membantu Ricky dalam menyusun RAB.

"Mengalami sedikit kesulitan dalam menentukan harga satuan dari daerah Bali karena kami berada di Malang. Kami mencari harga-harga tersebut secara online. Karena banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan dalam menyusun RAB, kami membaginya menjadi dua bagian. RAB ini sangat penting untuk menetapkan biaya proyek bangunan," kata Anur.

Bagi Farhan dan Ricky, ini bukanlah pengalaman pertama dalam mengikuti lomba.

Farhan pernah meraih juara harapan 1 dalam Lomba Tender 2023 di Universitas Wijaya Kusuma (UNWIKU) Purwokerto.

Sementara Ricky masuk lima besar dalam Kompetisi Rancang Bangun (KRB) 2023 di Udayana Bali.

Anur Firmansyah mengikuti lomba ini untuk pertama kalinya.

"Ini pengalaman pertama bagi saya. Mata kuliah pembuatan RAB sebenarnya baru diajarkan di semester lima, tetapi saya sudah pernah mempelajarinya di SMK. Saya belajar banyak dari kakak-kakak satu tim," tuturnya.(fin)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Teknik Sipil #ITN Malang