Acara bertempat di aula Edotel SMKN 3 Malang diikuti 40 guru dari seluruh Indonesia.
Kegiatan upskilling dan reskilling adalah salah satu program yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru SMK dan memberikan kemampuan tambahan untuk guru tersebut.
Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPV Bispar) sebagai promotor menunjuk SMKN 3 Malang sebagai salah satu SMK Pusat Belajar (PB).
Hadir dalam acara tersebut Kepala Cabang Dinas Provinsi Jatim Wilayah Kota Malang –Kota Batu Dr Hj. Hastini Ratna Dewi MPd.
Kemudian Pengawas SMK Hariyadi MPd, Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basuki SH SST Par, dan beberapa undangan lainnya.
Selain itu, hadir juga perwakilan dari dunia industri kompetensi Tata Boga dan Perhotelan antara lain Hotel Grand Mercure Mirama Malang, Hotel Ijen Suite&Resort, The Shalimar Hotel dan Santika Hotel.
Dan kompetensi Tata Busana, diantaranya YeCe by Yetty Topiah, Almira Handmade, Hasz Suit and Uniform, dan Samsuga.
”Terima kasih untuk seluruh peserta yang sudah menuntaskan program dari BBPPMPV Bispar. Semoga sekolah kami selalu bisa menjadi one stop solution untuk seluruh guru produktif di seluruh Indonesia," harap Kepala SMKN 3 Malang Dra Lilik Sulistyowati MSi.
Ditunjuknya SMKN 3 Malang sebagai SMK PB bukan tanpa alasan.
Pada 2021- 2024, SMEKANEGAMA menjadi satu-satunya sekolah di Jawa Timur yang ditunjuk oleh BBPPMPV Bispar sebagai PB Program keahlian Fashion Technologi / Tata Busana dan berhasil meraih PB terbaik se-Indonesia.
Sedangkan, pada 2023 lalu dalam sesi presentasi hasil karya guru dalam kegiatan trunksow di SMKN 3, dihadiri langsung oleh perwakilan BBPPMPV Bispar Kemendikbud RI.
Pada tahun ini, sekolah yang dipimpin Dra Lilik Sulistyowati MSi, mendapatkan kepercayaan menjadi PB untuk Program Keahlian Tata Busana dan Program Keahlian Tata Boga
Kepala Cabang Dinas Provinsi Jatim wilayah Kota Malang –Kota Batu Dr Hj. Hastini Ratna Dewi MPd mengapresiasi untuk seluruh mitra industri SMKN 3 Malang yang selalu berkolaborasi mencerdaskan guru SMK se-Indonesia.
”Semoga untuk guru yang sudah dinyatakan berkompeten, bisa sharing ilmunya di sekolah masing-masing," tutupnya. (bes/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana