Hanya Ada Enam Siswa Mendaftar lewat Jalur Zonasi
MALANG KOTA - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) online SMP swasta minim pendaftar.
Hingga hari terakhir PPDB pada Rabu (10/7), hanya ada enam calon siswa yang mendaftar.
Mereka mendaftar melalui jalur zonasi.
Minimnya pendaftar tentu memengaruhi jumlah pagu.
Tercatat 4.730 kursi di 65 SMP swasta yang ikut PPDB online belum terisi.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Malang Rudiyanto mengatakan, enam siswa itu mendaftar di enam sekolah yang berbeda.
”Mereka tersebar di SMP Taman Siswa, SMP Islam Baitul Makmur, SMP Islam Maarif 2, SMP Kartika IV-9 Malang, SMP Muhammadiyah 2 Malang, dan SMP Nasional Malang,” beber Rudi kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.
Artinya, 59 sekolah lainnya tak mendapat calon siswa baru sama sekali.
Rudi awalnya berharap keikutsertaan SMP swasta pada PPDB online dapat membawa dampak besar dalam pemenuhan pagu.
Namun, kenyataan berkata lain.
”Sekolah saya (SMP Sriwedari) masih dapat lima siswa lewat PPDB offline,” terangnya.
Dirinya menyebut awalnya ada delapan siswa yang mendaftar.
Namun, tiga calon siswanya mengundurkan diri dan diterima di SMP negeri.
Dirinya berharap pemenuhan pagu bisa didapatkan dari siswa yang gagal masuk SMP negeri.
Karena itulah satu-satunya harapan untuk menggaet siswa baru. Yakni menunggu pengumuman jalur zonasi selesai.
”Paling tidak awal masuk ajaran baru kami baru menerima limpahan siswa dari luar kota Malang atau dari negeri yang tidak lolos,” tandas pria asal Tulungagung itu.
Di tempat lain, Kepala SMP Taman Siswa Suyana mengaku sejak awal tak berharap banyak dari hasil seleksi bersama sekolah negeri.
”Bagaimana pun juga akan sulit untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap sekolah swasta,” ujarnya.
Dirinya menilai bila banyak yang tak berminat untuk sekolah di swasta.
Sehingga, dirinya mengaku tetap mengandalkan usaha secara mandiri untuk menggaet siswa baru.
Terlebih, dirinya juga mendapat banyak pendaftar dari luar Kota Malang.
Misalnya dari wilayah Pakis, Kabupaten Malang.
”Sampai hari ini (kemarin), pendaftar offline yang kami terima sudah 40 orang,” tandasnya. (ori/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana