MALANG KOTA - Tercatat sebanyak 4.139 calon mahasiswa baru (camaba) mengikuti Tes Masuk Berbasis Komputer (TMBK) jalur mandiri di Universitas Negeri Malang (UM).
Ujian tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi camaba untuk bisa diterima di UM.
Koordinator Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UM Imam Agus Basuki menerangkan, persaingan pada TMBK cukup ketat.
Kuota yang disediakan hanya 1.556 kursi saja.
Itu merupakan sisa kuota dari tiga jalur mandiri lain yang diseleksi lebih awal.
Yakni jalur mandiri skor UTBK-SNBT, leadership, dan prestasi.
Jalur seleksi mandiri terakhir kali ini tidak hanya digelar di UM.
Ada empat titik lokasi TMBK di luar kota.
Yakni Jakarta, Makassar, Jogjakarta, dan Balikpapan.
”Kalau di luar kota totalnya sekitar 630 orang,” terangnya.
Rinciannya sebanyak 300 orang di Jakarta, 150 orang di Jogjakarta, dan 150 orang di Balikpapan.
Namun, Imam menuturkan bila peminat ujian di Makassar paling sedikit.
Totalnya hanya 30 orang saja.
Selama di UM, tes tersebut digelar selama dua hari yakni pada Selasa (9/7) dan Rabu (10/7).
Setiap hari akan ada dua sesi. Artinya, ada sebanyak empat sesi yang digelar di UM.
Tes tersebut dilakukan di seluruh fakultas, kecuali di Fakultas Teknik.
”Total ada 55 ruang yang kami gunakan untuk ujian,” kata Imam.
Sementara satu sesi diikuti oleh 1.187 orang.
Imam menyebut jalur TMBK lebih fleksiberl.
Artinya, secara soal ujian dibuat secara mandiri oleh UM.
Selain itu, tidak ada batasan usia ijazah khusus seperti pada Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).
”Semua lulusan angkatan berapa pun boleh ikut,” ujarnya. (ori/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana